Abstract
Kecemasan sosial pada siswa sekolah menengah kejuruan sering kali terabaikan, padahal berdampak langsung pada partisipasi belajar dan kesiapan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dinamika kecemasan sosial siswa serta strategi intervensi konseling yang diterapkan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK). Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dihimpun melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap 1 Guru BK sebagai informan utama dan 5 siswa teridentifikasi cemas sosial sebagai informan pendukung melalui purposive sampling. Analisis data kualitatif mengungkapkan tiga tema utama akar pemicu kecemasan sosial siswa, yaitu: (1) trauma penolakan kawan sebaya (peer rejection), (2) kekhawatiran terhadap figur otoritas tegas, dan (3) pengaruh konflik emosional keluarga. Guru BK merespons fenomena ini melalui intervensi bertahap yang mengombinasikan konseling individual kognitif-afirmatif, bimbingan kelompok suportif, dan eco art therapy. Hasil penelitian menunjukkan adanya reduksi gejala kecemasan sosial yang ditandai dengan bertambahnya keterbukaan emosional, kontak mata yang membaik, serta keberanian berinteraksi di kelas. Kebaruan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan intervensi sangat ditentukan oleh kemampuan Guru BK dalam membangun ketersambungan emosional informal sebelum memasuki sesi konseling formal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pembakuan administrasi pendokumentasian konseling guna mendukung evaluasi perkembangan siswa secara berkelanjutan.
Keywords
Author Biography
How to Cite
Licensing Information

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References Total References: 26
- Agma, A. R. (2025). Peran konselor sekolah dalam meningkatkan kesejahteraan emosional siswa. Jurnal Psikologi dan Konseling, 1(1), 23–30.
- American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.; DSM-5-TR). American Psychiatric Publishing.
- Bahri, M., & Kholidin, F. I. (2024). Terjebak dalam ketakutan: Kualitatif tinjauan sistematis kecemasan sosial pada kehidupan remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(2), 98–110.
- Bandura, A. (2021). Social cognitive theory of self-efficacy and human agency. In Handbook of Social Psychology (pp. 145–168). Academic Press.
- Chu, P., Saucier, D. A., & Hafner, E. (2010). Meta-analysis of the relationships between social support and well-being in children and adolescents. Journal of Social and Clinical Psychology, 29(6), 624–645. https://doi.org/10.1521/jscp.2010.29.6.624
- Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
- Dolores, M., Joaquín, L., Isabel, A., & Antonio, J. (2005). Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A): Psychometric properties in a Spanish-speaking sample. International Journal of Clinical and Health Psychology, 5(1), 85–101.
- Huda, M. S., Salim, M. N., & Habsyi, B. A. (2025). Uji kredibilitas dan keabsahan data dalam penelitian kualitatif bimbingan konseling. Jurnal Metodologi Penelitian Edukasi, 1(1), 112–119.
- Hutagaol, T. (2019). Penanganan kasus kecemasan sosial siswa dalam layanan bimbingan dan konseling (Studi kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru). Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 5(2), 1689–1699.
- Jailani, M. (2023). Metodologi penelitian kualitatif dalam bimbingan dan konseling. Penerbit Cendekia.
- Khoiriyah, A. (2024). Bimbingan dan konseling di sekolah: Asas-asas dalam pelaksanaan layanan konseling. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(3), 755–762.
- Malchiodi, C. A. (2021). Handbook of art therapy and expressive arts in school mental health. Guilford Press.
- Mekarisce, A. L. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151.
- Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
- Najich, M. A., Rahman, D. H., & Atmoko, A. (2024). Analisis faktor yang berkontribusi terhadap kecemasan sosial pada siswa: A systematic literature review. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 9(3), 1653–1662.
- Nurrahmah, A., & Lestari, S. (2026). Pendekatan deskriptif kualitatif dalam memahami fenomena adaptasi psikososial remaja. Jurnal Riset Konseling Indonesia, 4(1), 15–24.
- Rogers, C. R. (2021). On becoming a person: A therapist's view of psychotherapy (Reissued ed.). Constable & Robinson.
- Sahnura, N., & Khaira, W. (2024). Implementasi teknik konseling kognitif dalam mereduksi kecemasan sosial remaja. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(2), 115–124. https://doi.org/10.55352/bki.v5i2.2279
- Saidah, I., & Ziyadul Haq, M. (2024). Konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah menengah. ALIFBA Media, 7(2), 167–175.
- Stallard, P. (2021). Think good, feel good: A cognitive behaviour therapy workbook for children and young people (2nd ed.). John Wiley & Sons.
- Steele, C. M. (2020). The psychology of self-affirmation: Sustaining the integrity of the self. Advances in Experimental Social Psychology, 62, 261–304.
- Taher, Y., Husen, M., Aditama, R., & Syam, S. (2021). Profesionalisme guru bimbingan konseling dalam pelayanan kesehatan emosional siswa. Jurnal Edukasi BK, 5(1), 30–42.
- Udar, M. B. (2024). Mengevaluasi verifikasi instrumen dalam penelitian kualitatif: Metode dan implementasinya. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 2(1), 15–28.
- Utami, S., Prasetyo, E., & Rahmawati, D. (2023). Efektivitas intervensi preventif dan kuratif guru BK dalam mengatasi gangguan kecemasan remaja. Jurnal Konseling Indonesia, 8(2), 45–53.
- Wardhana, N. R. S., Hudaniah., & Rokhmah, S. N. (2024). Hubungan kepercayaan diri dengan kecemasan sosial pada remaja. Cognicia, 12(1), 25–30. https://doi.org/10.22219/cognicia.v12i1.30456
- Yudianfi, Z. N. (2022). Faktor-faktor penyebab kecemasan sosial remaja sekolah. Rosyada: Islamic Guidance and Counseling, 3(1), 12–19.