<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<noamArticleMetadata version="1.0">
  <journal>
    <title>Journal of Multidisciplinary Learning</title>
    <issnOnline>3124-6109</issnOnline>
    <issnPrint></issnPrint>
  </journal>
  <article id="632">
    <title><![CDATA[Intervensi Konseling Kognitif-Afirmatif Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mereduksi Kecemasan Sosial Siswa Sekolah Menengah Kejuruan]]></title>
    <abstract><![CDATA[Kecemasan sosial pada siswa sekolah menengah kejuruan sering kali terabaikan, padahal berdampak langsung pada partisipasi belajar dan kesiapan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dinamika kecemasan sosial siswa serta strategi intervensi konseling yang diterapkan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK). Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dihimpun melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap 1 Guru BK sebagai informan utama dan 5 siswa teridentifikasi cemas sosial sebagai informan pendukung melalui purposive sampling. Analisis data kualitatif mengungkapkan tiga tema utama akar pemicu kecemasan sosial siswa, yaitu: (1) trauma penolakan kawan sebaya (peer rejection), (2) kekhawatiran terhadap figur otoritas tegas, dan (3) pengaruh konflik emosional keluarga. Guru BK merespons fenomena ini melalui intervensi bertahap yang mengombinasikan konseling individual kognitif-afirmatif, bimbingan kelompok suportif, dan eco art therapy. Hasil penelitian menunjukkan adanya reduksi gejala kecemasan sosial yang ditandai dengan bertambahnya keterbukaan emosional, kontak mata yang membaik, serta keberanian berinteraksi di kelas. Kebaruan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan intervensi sangat ditentukan oleh kemampuan Guru BK dalam membangun ketersambungan emosional informal sebelum memasuki sesi konseling formal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pembakuan administrasi pendokumentasian konseling guna mendukung evaluasi perkembangan siswa secara berkelanjutan.]]></abstract>
    <doi>10.63203/0321063200</doi>
    <publicationDate>2026-08-25</publicationDate>
    <pages>86-90</pages>
    <url>https://journal.aapbk.org/index.php/jml/article/view/632</url>
    <pdfUrl>https://journal.aapbk.org/index.php/jml/article/view/632/191</pdfUrl>
    <keywords>
      <keyword><![CDATA[Konseling kognitif-afirmatif]]></keyword>
      <keyword><![CDATA[Kecemasan sosial]]></keyword>
      <keyword><![CDATA[Fenomenologi]]></keyword>
      <keyword><![CDATA[Siswa SMK]]></keyword>
    </keywords>
    <authors>
      <author>
        <name>Annisa Virly Kusuma Dewi</name>
        <email>annisavirlykusumadewi@gmail.com</email>
        <affiliation><![CDATA[Universitas Indraprasta PGRI]]></affiliation>
        <orcid></orcid>
      </author>
      <author>
        <name>Wiwin Andriani</name>
        <email>wiwinandriani293@gmail.com</email>
        <affiliation><![CDATA[Universitas Indraprasta PGRI]]></affiliation>
        <orcid></orcid>
      </author>
    </authors>
    <references>
      <reference order="1">
        <content><![CDATA[Agma, A. R. (2025). Peran konselor sekolah dalam meningkatkan kesejahteraan emosional siswa. Jurnal Psikologi dan Konseling, 1(1), 23–30.]]></content>
      </reference>
      <reference order="2">
        <content><![CDATA[American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.; DSM-5-TR). American Psychiatric Publishing.]]></content>
      </reference>
      <reference order="3">
        <content><![CDATA[Bahri, M., & Kholidin, F. I. (2024). Terjebak dalam ketakutan: Kualitatif tinjauan sistematis kecemasan sosial pada kehidupan remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(2), 98–110.]]></content>
      </reference>
      <reference order="4">
        <content><![CDATA[Bandura, A. (2021). Social cognitive theory of self-efficacy and human agency. In Handbook of Social Psychology (pp. 145–168). Academic Press.]]></content>
      </reference>
      <reference order="5">
        <content><![CDATA[Chu, P., Saucier, D. A., & Hafner, E. (2010). Meta-analysis of the relationships between social support and well-being in children and adolescents. Journal of Social and Clinical Psychology, 29(6), 624–645. https://doi.org/10.1521/jscp.2010.29.6.624]]></content>
        <doi>10.1521/jscp.2010.29.6.624</doi>
      </reference>
      <reference order="6">
        <content><![CDATA[Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.]]></content>
      </reference>
      <reference order="7">
        <content><![CDATA[Dolores, M., Joaquín, L., Isabel, A., & Antonio, J. (2005). Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A): Psychometric properties in a Spanish-speaking sample. International Journal of Clinical and Health Psychology, 5(1), 85–101.]]></content>
      </reference>
      <reference order="8">
        <content><![CDATA[Huda, M. S., Salim, M. N., & Habsyi, B. A. (2025). Uji kredibilitas dan keabsahan data dalam penelitian kualitatif bimbingan konseling. Jurnal Metodologi Penelitian Edukasi, 1(1), 112–119.]]></content>
      </reference>
      <reference order="9">
        <content><![CDATA[Hutagaol, T. (2019). Penanganan kasus kecemasan sosial siswa dalam layanan bimbingan dan konseling (Studi kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru). Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 5(2), 1689–1699.]]></content>
      </reference>
      <reference order="10">
        <content><![CDATA[Jailani, M. (2023). Metodologi penelitian kualitatif dalam bimbingan dan konseling. Penerbit Cendekia.]]></content>
      </reference>
      <reference order="11">
        <content><![CDATA[Khoiriyah, A. (2024). Bimbingan dan konseling di sekolah: Asas-asas dalam pelaksanaan layanan konseling. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(3), 755–762.]]></content>
      </reference>
      <reference order="12">
        <content><![CDATA[Malchiodi, C. A. (2021). Handbook of art therapy and expressive arts in school mental health. Guilford Press.]]></content>
      </reference>
      <reference order="13">
        <content><![CDATA[Mekarisce, A. L. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151.]]></content>
      </reference>
      <reference order="14">
        <content><![CDATA[Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.]]></content>
      </reference>
      <reference order="15">
        <content><![CDATA[Najich, M. A., Rahman, D. H., & Atmoko, A. (2024). Analisis faktor yang berkontribusi terhadap kecemasan sosial pada siswa: A systematic literature review. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 9(3), 1653–1662.]]></content>
      </reference>
      <reference order="16">
        <content><![CDATA[Nurrahmah, A., & Lestari, S. (2026). Pendekatan deskriptif kualitatif dalam memahami fenomena adaptasi psikososial remaja. Jurnal Riset Konseling Indonesia, 4(1), 15–24.]]></content>
      </reference>
      <reference order="17">
        <content><![CDATA[Rogers, C. R. (2021). On becoming a person: A therapist's view of psychotherapy (Reissued ed.). Constable & Robinson.]]></content>
      </reference>
      <reference order="18">
        <content><![CDATA[Sahnura, N., & Khaira, W. (2024). Implementasi teknik konseling kognitif dalam mereduksi kecemasan sosial remaja. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(2), 115–124. https://doi.org/10.55352/bki.v5i2.2279]]></content>
        <doi>10.55352/bki.v5i2.2279</doi>
      </reference>
      <reference order="19">
        <content><![CDATA[Saidah, I., & Ziyadul Haq, M. (2024). Konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah menengah. ALIFBA Media, 7(2), 167–175.]]></content>
      </reference>
      <reference order="20">
        <content><![CDATA[Stallard, P. (2021). Think good, feel good: A cognitive behaviour therapy workbook for children and young people (2nd ed.). John Wiley & Sons.]]></content>
      </reference>
      <reference order="21">
        <content><![CDATA[Steele, C. M. (2020). The psychology of self-affirmation: Sustaining the integrity of the self. Advances in Experimental Social Psychology, 62, 261–304.]]></content>
      </reference>
      <reference order="22">
        <content><![CDATA[Taher, Y., Husen, M., Aditama, R., & Syam, S. (2021). Profesionalisme guru bimbingan konseling dalam pelayanan kesehatan emosional siswa. Jurnal Edukasi BK, 5(1), 30–42.]]></content>
      </reference>
      <reference order="23">
        <content><![CDATA[Udar, M. B. (2024). Mengevaluasi verifikasi instrumen dalam penelitian kualitatif: Metode dan implementasinya. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 2(1), 15–28.]]></content>
      </reference>
      <reference order="24">
        <content><![CDATA[Utami, S., Prasetyo, E., & Rahmawati, D. (2023). Efektivitas intervensi preventif dan kuratif guru BK dalam mengatasi gangguan kecemasan remaja. Jurnal Konseling Indonesia, 8(2), 45–53.]]></content>
      </reference>
      <reference order="25">
        <content><![CDATA[Wardhana, N. R. S., Hudaniah., & Rokhmah, S. N. (2024). Hubungan kepercayaan diri dengan kecemasan sosial pada remaja. Cognicia, 12(1), 25–30. https://doi.org/10.22219/cognicia.v12i1.30456]]></content>
        <doi>10.22219/cognicia.v12i1.30456</doi>
      </reference>
      <reference order="26">
        <content><![CDATA[Yudianfi, Z. N. (2022). Faktor-faktor penyebab kecemasan sosial remaja sekolah. Rosyada: Islamic Guidance and Counseling, 3(1), 12–19.]]></content>
      </reference>
    </references>
  </article>
</noamArticleMetadata>
