Check for updates

Pengembangan Instrumen Stres Akademik Menggunakan Metode CTT (Classical Test Theory)

Articles
Farhan Wira Yudha
Universitas Indraprasta PGRI

Abstract

Stres akademik merupakan fenomena yang meresahkan. Stres akademik yang tidak dapat diidentifikasi oleh para siswa atau siswi akan membuahkan dampak negatif bagi psikologis, fisiologis, dan juga hasil belajarnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen stres akademik untuk mengevaluasi serta mengukur stres akademik siswa atau siswi dalam proses pembelajaran. Hasil menunjukkan instrumen stres akademik ini memiliki nilai validitas baik berkisar antara 0.322 sampai 0.752, dengan menggunakan uji Pearson Produk Moment. Sedangkan, untuk uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha, dengan hasil 0.869, yang berarti instrumen stres akademik memiliki keandalan yang baik untuk mengukur gejala dan juga kondisi stres dari waktu ke waktu. Implikasi dari pengembangan instrumen stres akademik ini dapat dipergunakan secara luas, baik untuk penelitian dan juga praktik klinis untuk mengukur tingkat stres akademik yang dialami oleh para siswa atau siswi. Alat yang layak juga andal, dapat berguna untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai stres akademik.

Keywords

Author Biography

Farhan Wira Yudha, Universitas Indraprasta PGRI

How to Cite

Yudha, F. W. (2026). Pengembangan Instrumen Stres Akademik Menggunakan Metode CTT (Classical Test Theory). Journal of Multidisciplinary Learning, 1(2), 106–110. https://doi.org/10.63203/0321055800

Licensing Information

References Total References: 16

  1. Afridayani, Elvianika, M., Windrawanto, Y., & Agustin, A. K. M. (2026). Pengembangan instrumen asesmen stres berbasis jaringan bagi siswa SMA/SMK yang menjalin hubungan romantis. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(3), 391–401. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i03.16101
  2. Ahmadi, A., Adibsereshki, N., & Vahedi, M. (2025). Academic stress and coping strategies among students with and without learning disabilities. Health and Development Journal, 14, 1170. https://doi.org/10.34172/jhad.1170
  3. Cohen, S., Janicki-Deverts, D., & Miller, G. E. (2007). Psychological stress and disease. JAMA, 298(14), 1685–1687. https://doi.org/10.1001/jama.298.14.1685
  4. Cohen, S., & Janicki-Deverts, D. (2012). Who’s stressed? Distributions of psychological stress in the United States in probability samples from 1983, 2006, and 2009. Journal of Applied Social Psychology, 42(6), 1320–1334. https://doi.org/10.1111/j.1559-1816.2012.00900.x
  5. Cohen, S., Kamarck, T., & Mermelstein, R. (1983). A global measure of perceived stress. Journal of Health and Social Behavior, 24(4), 385–396. https://doi.org/10.2307/2136404
  6. Gadzella, B. M., Baloglu, M., Masten, W. G., & Wang, Q. (2012). Evaluation of the Student Life-Stress Inventory-Revised. Journal of Instructional Psychology, 39(2), 82–91.
  7. Izzati, I. D. C., Tentama, F., & Suyono, H. (2020). Academic stress scale: A psychometric study for academic stress in senior high school. European Journal of Education Studies, 7(7), 153–168. https://doi.org/10.46827/ejes.v7i7.3161
  8. Mahbengi, P. A., Nurhasanah, & Nurbaity. (2023). Tingkat stres akademik pada siswa SMKN di Banda Aceh. Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami, 9(2), 87–95. https://doi.org/10.15548/atj.v9i2.6364
  9. Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2011). Health psychology: Biopsychosocial interactions (7th ed.). Wiley.
  10. Sagita, D. D., & Rhamadona, W. (2021). Perbedaan stres akademik antara mahasiswa tahun awal dan mahasiswa tahun akhir. Biblio Couns: Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan, 4(1), 47–54. https://doi.org/10.30596/bibliocouns.v4i1.5049
  11. Syahputra, Y., Rahmat, C. P., & Erwinda, L. (2025). Instrumentasi Tes dalam Bimbingan dan Konseling. CV Eureka Media Aksara.
  12. Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  13. Sun, J., Dunne, M. P., Hou, X., & Xu, A. (2011). Educational stress scale for adolescents: Development, validity, and reliability with Chinese students. Journal of Psychoeducational Assessment, 29(6), 534–546. https://doi.org/10.1177/0734282910394976
  14. Surachman, N. A., Jaya, M. A., Abdullah, R. P. I., Bakhtiar, I. K. A., & Aisyah, W. N. (2024). Gambaran derajat stres, cemas dan depresi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2021. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 6(6), 2597–2603. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i6.1133
  15. Triyuliasari, A., Ni’matuzahroh, & Anwar, Z. (2025). Stress management strategies to reduce academic stress in modern Islamic boarding school students. Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 9(2), 391–407. https://doi.org/10.35723/ajie.v9i2.201
  16. Yusuf, N. M., & Yusuf, J. M. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi stres akademik. Psyche 165 Journal, 13(2), 235–239. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v13i2.84