Check for updates

Interpersonal Siswa Dengan Anak Berkebutuhan Khusus Dapat Dibentuk Melalui Layanan Orientasi

Articles
Nur Rahma
Universitas Indraprasta PGRI
Christine Masada Hirashita Tobing
Universitas Indraprasta PGRI
Lusiana Wulansari
Universitas Indraprasta PGRI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan orientasi dalam membentuk hubungan interpersonal siswa reguler dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMP Al-Irsyad Al-Islamiyyah Depok. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment berbentuk pre-test dan post-test control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII dan VIII dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa yang terdiri atas kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas dan paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan orientasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hubungan interpersonal siswa dengan ABK. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 (<0,05) sehingga H₁ diterima dan H₀ ditolak. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan layanan orientasi yang secara khusus diarahkan untuk membentuk hubungan interpersonal siswa reguler dengan ABK melalui materi pendidikan inklusif, komunikasi positif, empati, toleransi, kerja sama, dan penerimaan terhadap keberagaman. Dengan demikian, layanan orientasi tidak hanya digunakan untuk membantu siswa mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai strategi bimbingan dan konseling untuk memperkuat interaksi sosial yang inklusif antara siswa reguler dan ABK.

Keywords

Author Biography

Nur Rahma, Universitas Indraprasta PGRI
Christine Masada Hirashita Tobing, Universitas Indraprasta PGRI
Lusiana Wulansari, Universitas Indraprasta PGRI

How to Cite

Rahma, N., Tobing, C. M. H., & Wulansari, L. (2026). Interpersonal Siswa Dengan Anak Berkebutuhan Khusus Dapat Dibentuk Melalui Layanan Orientasi. Journal of Multidisciplinary Learning, 1(2), 47–55. https://doi.org/10.63203/0321062100

Licensing Information

References Total References: 18

  1. Aryono, S. (2019). Meningkatkan komunikasi interpersonal peserta didik kelas VIII SMP melalui teknik token economy. Jurnal Konseling Gusjigang, 5(1), 23–29. https://doi.org/10.24176/jkg.v5i1.6348
  2. Budi, B., Ramadhani, S., Azhari, A., & Fadilla, A. S. (2023). Komunikasi interpersonal guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 6(4), 1987–1992. https://doi.org/10.31004/jrpp.v6i4.21526
  3. DeVito, J. A. (2019). The Interpersonal Communication Book (15th ed.). Pearson.
  4. Gea, L. H., Munthe, M., Lase, F., & Zebua, E. (2024). Pelaksanaan bimbingan dan konseling komprehensif dalam pendidikan inklusif. Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan, 12(2), 512–526. https://doi.org/10.30598/pedagogikavol12issue2year2024
  5. Gnawali, A. (2023). Quantitative Research Methods.
  6. Luthfiah, Q. (2023). Layanan orientasi dalam bimbingan dan konseling di sekolah.
  7. Megawati, Riska, Rahmi, Sarina, & Yusuf, A. (2025). Implementasi program bimbingan dan konseling dalam pendidikan inklusif. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 1(2), 113–126.
  8. Mulyana, D. (2024). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. PT Remaja Rosdakarya.
  9. Pradana, T. A., & Susilawati. (2023). Strategi intervensi layanan bimbingan dan konseling bagi anak berkebutuhan khusus. Consilia: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling.
  10. Rahmah, N., dkk. (2023). Hubungan interpersonal siswa dalam pendidikan inklusif.
  11. Ramadhanti, D. A., & Pradipta, R. F. (2022). Penyelenggaraan layanan bimbingan konseling bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Jurnal Ortopedagogia.digilib.uin-suka.ac
  12. Rahmawati, N. Q., Shovmayanti, N. A., & Kurniawan, D. (2026). Pola komunikasi interpersonal dalam membangun solidaritas remaja. Komsospol, 6(1), 33–40. https://doi.org/10.47637/komsospol.v6i1.2219
  13. Roem, E., & Sarmiati. (2019). Komunikasi Interpersonal. CV IRDH.
  14. Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  15. Usiono, U., Rahmi, N., Harahap, A. R., & Lailatussyifa, L. (2024). Strategi pendidik dalam meningkatkan komunikasi interpersonal peserta didik. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 32573–32578. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.12375jptam
  16. Wulandari, dkk. (2025). Efektivitas layanan orientasi dalam meningkatkan hubungan interpersonal peserta didik.
  17. Zakri, R., Sarmiati, & Asmawi. (2025). Peran komunikasi interpersonal dalam membangun lingkungan belajar inklusif bagi siswa disabilitas. Education and Social Sciences Review, 6(1), 93–99. https://doi.org/10.29210/07essr612000
  18. Zubair. (2022). Hubungan interpersonal peserta didik dalam pendidikan inklusif.