Interpersonal Siswa Dengan Anak Berkebutuhan Khusus Dapat Dibentuk Melalui Layanan Orientasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan orientasi dalam membentuk hubungan interpersonal siswa reguler dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMP Al-Irsyad Al-Islamiyyah Depok. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment berbentuk pre-test dan post-test control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII dan VIII dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa yang terdiri atas kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas dan paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan orientasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hubungan interpersonal siswa dengan ABK. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 (<0,05) sehingga H₁ diterima dan H₀ ditolak. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan layanan orientasi yang secara khusus diarahkan untuk membentuk hubungan interpersonal siswa reguler dengan ABK melalui materi pendidikan inklusif, komunikasi positif, empati, toleransi, kerja sama, dan penerimaan terhadap keberagaman. Dengan demikian, layanan orientasi tidak hanya digunakan untuk membantu siswa mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai strategi bimbingan dan konseling untuk memperkuat interaksi sosial yang inklusif antara siswa reguler dan ABK.