Check for updates

Nilai-Nilai Tradisi Mudik Saat Lebaran

Articles
Dinda Ayudya Septiany
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jakarta
Kinanti Ayuningtiyas
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jakarta
Idzni Fathin Ghaisani
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta
Melina Lestari
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Abstract

Mudik merupakan kebiasaan yang menjadi kebudayaan masyarakat Indonesia karena dinilai menjadi suatu kegiatan wajib saat hari raya idul fitri berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai tradisi Lebaran, terutama terkait dengan tradisi mudik dan berbagai aspeknya seperti persiapan, perjalanan, kendala, serta penyesuaian budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam untuk mengumpulkan data dari dua narasumber yang berasal dari suku Jawa dan Sunda mengenai relevansi tradisi mudik saat lebaran. Wawancara dilakukan secara daring dengan menggunakan protokol wawancara yang berisi dimensi, aspek, indikator, dan pertanyaan. Pertanyaan yang diberikan seperti tradisi yang dilakukan, frekuensi mudik dalam setiap tahunnya, persiapan yang dilakukan, perbedaan tradisi di daerah asal dengan tempat tinggal beserta permasalahan yang muncul dalam tradisi mudik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perayaan Lebaran antar daerah bervariasi, dari persiapan hingga tradisi khusus. Perbedaan ini tidak menghalangi pelestarian nilai Lebaran. Fleksibilitas dan adaptasi penting untuk mempertahankan identitas budaya di lingkungan baru. Keluarga inti berperan dalam melestarikan tradisi seperti nilai silaturahmi, toleransi, kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Lebaran menjadi momen menghargai nilai luhur yang mempersatukan bangsa majemuk.

 

Keywords

Author Biography

Dinda Ayudya Septiany, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jakarta
Kinanti Ayuningtiyas, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jakarta
Idzni Fathin Ghaisani, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta
Melina Lestari, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

How to Cite

Septiany, D. A., Ayuningtiyas, K., Ghaisani, I. F., & Lestari, M. (2026). Nilai-Nilai Tradisi Mudik Saat Lebaran. Journal of Multidisciplinary Learning, 1(1), 16–20. https://doi.org/10.63203/0321050100

Licensing Information

References Total References: 18

  1. Alinggahe, Y. (2023). Mudik dalam perspektif agama. Sanak: Jurnal Studi Agama-Agama, 1(1), 58–73.
  2. Arribathi, A. H., & Aini, Q. (2018). Mudik dalam perspektif budaya dan agama (kajian realistis perilaku sumber daya manusia), 4(1). STMIK Raharja.
  3. Fuad, M. (2011). Makna hidup di balik tradisi mudik lebaran: Studi fenomenologi atas pengalaman pemudik dalam merayakan Idul Fitri di kampung halaman. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 5(1), 107–123.
  4. Irianto, A. M. (2012). Mudik dan keretakan budaya. https://media.neliti.com/media/publications/5034-ID-mudik-dan-keretakanbudaya.pdf
  5. Japarudin. (2023). Fenomena dan nilai-nilai tradisi mudik lebaran. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(3). https://jurnal.stiqamuntai.ac.id/index.php/al-qalam
  6. Karimullah, S. S. (2021). Tinjauan antropologi hukum dan budaya terhadap mudik lebaran masyarakat Yogyakarta. Sosial Budaya, 18(1), 64–74.
  7. Komunitas Ayo Menulis. (2020). Mudik. Ay Publisher. http://eprints.undip.ac.id/80978/1/IR-MUDIK.pdf
  8. Maharani, P. (2020). Kemenangan menahan hawa nafsu: Sebuah perbandingan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Galungan. Toleransi: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 12(2), 120–147.
  9. Majid, A. (2013). Mudik lebaran. https://scholar.google.com/
  10. Prasojo, A. P. S., Aini, Y. N., & Kusumaningrum, D. (2020). Potensi pola aliran mudik pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Kependudukan Indonesia, Edisi Khusus Demografi dan COVID-19, 21–26.
  11. Ratnaningtyas, E. M., Ramli, Syafruddin, Saputra, E., Suliwati, D., Nugroho, B. T. A., Karimuddin, Aminy, M. H., Saputra, N., Khaidir, & Jahja, A. S. (2023). Metodologi penelitian kualitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
  12. Rifiq, A. (2019). Tradisi slametan Jawa dalam perspektif pandangan Islam. https://jurnal.insida.ac.id/index.php/attaqwa/article/download/13/12/65
  13. Setiyanto, E. (2020). Tindak tutur ekspresif mudik lebaran. Widyaparwa, 48(2), 230–242.
  14. Soebyakto, A. H., & Aini, Q. (2011). Mudik lebaran (studi kualitatif), 9(2). Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.
  15. Sukesti, & Suryani, N. (2011). Tradisi mudik ditinjau dari perspektif pendidikan karakter dalam membangun “wonderful and kindness people.” Dalam Seminar Nasional 2011 “Wonderful Indonesia.” Jurusan PTBB FT UNY.
  16. Syahdan. (2017). Ziarah perspektif kajian budaya (studi pada situs makam Mbah Priuk Jakarta Utara). Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 13(1), 65–99.
  17. Hambali, B. (2019). Penanganan arus mudik lebaran. Jurnal Litbang Polri, 22(3), 372–394.
  18. Ulumuddin, I. (2010). Makna perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Natal: Analisa perbandingan makna.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.