Articles

Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental: Edukasi Gaya Kelekatan untuk Menghindari Tren Self-Diagnosis

PDF Download PDF

Abstract

Fenomena self-diagnosis di media sosial menciptakan tantangan baru bagi literasi kesehatan mental mahasiswa, di mana informasi mengenai gaya kelekatan (attachment style) sering kali disalahpahami sebagai label patologis tanpa evaluasi profesional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai dinamika gaya kelekatan serta membangun sikap kritis terhadap tren diagnosis mandiri di era digital. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui teknik ceramah interaktif, bantuan media visual, dan simulasi kasus relasional yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin untuk memfasilitasi interaksi langsung dan ruang refleksi yang aman bagi peserta. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan pengetahuan berbasis bukti tentang bagaimana pola kelekatan memengaruhi hubungan interpersonal serta pentingnya konsultasi profesional. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk mengalihkan kecenderungan self-diagnosis menjadi kesadaran diri (self-awareness) yang lebih sehat dan akurat. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa literasi kesehatan mental yang tepat merupakan kunci utama dalam memitigasi dampak negatif misinformasi media sosial sekaligus memperbaiki kualitas hubungan interpersonal di kalangan generasi muda.

Keywords

References

  1. Ananta, S. (2026). The role of psychological safety and belonging in classroom engagement among first-year undergraduates. Jurnal Informasi Dan Komunikasi Administrasi Perkantoran, 10(1), 100–109. https://doi.org/10.20961/jikap.v10i1.108676
  2. Arum Kinanti, D., Rizkirabbani Labibah, G., Maharani Santosa, N., & Septiani, N. (2025). Krepa: Kreativitas Pada Abdimas Edukasi Gaya Kelekatan (Attachment Styles) Sebagai Upaya Pencegahan Self-Diagnosis Yang Salah Di Media Sosial Tiktok. Cahaya Ilmu Bangsa, 6. https://doi.org/10.9765/Krepa.V218.3784
  3. Aulia 2025. (n.d.).
  4. Bizzotto, N., de Bruijn, G. J., & Schulz, P. J. (2023). Buffering against exposure to mental health misinformation in online communities on Facebook: the interplay of depression literacy and expert moderation. BMC Public Health, 23(1). https://doi.org/10.1186/s12889-023-16404-1
  5. Caron, A. , L. M.-F. , B. J.-F. , L. C. , & J. S. M. (2012). Comparisons of attachment in close relationships: An evaluation of attachment to parents, peers, and romantic partners in young adults. Canadian Journal of Behavioural Science, 44, 245–256. https://doi.org/10.1037/a0028013
  6. Danahfatin, A., & Mellyza Rizka, C. (2024). Pengaruh Attachment Styles Terhadap Ketergantungan Emosional Remaja Berpacaran. Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi, 15(1), 27–38. https://doi.org/doi.org/10.51353/inquiry.v15i01.974
  7. Feeney, J. A. , & N. P. (1990). Attachment style as a predictor of adult romantic relationships. Journal of Personality and Social Psychology, 58(2), 281–291. https://doi.org/10.1037/0022-3514.58.2.281
  8. Fraley, R. C. , & R. G. I. (2019). The develpoment of adult attachment style: four lessons. ScienceDirect, 25, 26–30. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2018.02.008
  9. Hasanah, S., Reggia, D., & Laksmiwati, H. (2025). Hubungan Attachment Style Dengan Kepuasan Hubungan Romantis Pada Mahasiswa Akhir Psikologi UNESA. Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 12(1). https://doi.org/10.6734/liberosis.V2I2.3027
  10. Hazan, C., & Shaver, P. (1987). Romantic Love conceptualized as an attachment process. 52(3), 511–524.
  11. Hudon, A., Perry, K., Plate, A. S., Doucet, A., Ducharme, L., Djona, O., Testart Aguirre, C., & Evoy, G. (2025). Navigating the Maze of Social Media Disinformation on Psychiatric Illness and Charting Paths to Reliable Information for Mental Health Professionals: Observational Study of TikTok Videos. Journal of Medical Internet Research, 27. https://doi.org/10.2196/64225
  12. Kaurin, A., Pilkonis, P. A., & Wright, A. G. C. (2022). Attachment Manifestations in Daily Interpersonal Interactions. Affective Science, 3(3), 546–558. https://doi.org/10.1007/s42761-022-00117-6
  13. Kilanta, D. L. , & B. Y. (2025). Kecemasan Emosional dan Kualitas Hubungan Interpersonal: Peran Moderasi Gaya Kelekatan Pada Generasi Z. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 782–796.
  14. Komala, C., Faozi, A., Rahmat, D. Y., & Sopiah, P. (2023). Hubungan literasi kesehatan mental dengan trend self-diagnosis pada remaja akhir. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(3), 206–213. https://doi.org/10.33024/hjk.v17i3.10125
  15. Lestari, M. P., & Kusuma, R. S. (2019). Hubungan Romantis Di Media Sosial (Resepsi Pengguna Terhadap Keterbukaan Hubungan Romantis yang Diunggah Selebgram di Instagram). 28 Komuniti, 11(1).
  16. Munandar, H. et. al. (2025). Penyuluhan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Gigi UMPR- Strategi Mencegah Self-Diagnose Pada Gen-Z.
  17. Pasenrigading, A. R. , Nur. H. , & Daud. M. (2025). Pengaruh Media Sosial Terhadap Persepsi Diri dan Pembentukan Identitas Remaja The Influence of Social Media on Adolescent Self-Perception and Identity Formation. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(9). https://doi.org/10.5281/zenodo.15290940
  18. Rahmadianti, Y. P. , & F. (2025). Toxic Relationships and Attachment Styles Among Young Adults: A Qualitative Research. Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(3), 286–297. https://doi.org/10.33822/jep.v8i3.11772
  19. Sileuw, M. I. (. (2025). Gaya kelekatan pada dewasa awal dalam menjalin relasi romantis. In D. Karmiyati (Ed.), Psikologi untuk kehidupan yang lebih baik (p. 65). Universitas Muhammadiyah Malang. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=pYyREQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA65
  20. Sukmawati, D. T., Yusuf Ln, S., & Nadhirah, N. A. (2023). The Phenomenon Of Self-Diagnosis Of Mental Health In The Era Of Mental Health Literacy. JECO Journal of Education and Counseling Journal of Education and Counseling, 4(1), 48–63.
  21. Ulinuha, M., & Partini, ; (2025). Persepsi Konten Gangguan Mental Di Sosial Media Dengan Literasi Kesehatan Mental Terhadap Tingkat Self Diagnosis Pada Gen-Z [Universitas Muhammadiyah Surakarta.]. http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/137033
  22. Wardani, E. N., Lia, R., Khotimah, K., Septiani, R. W., Lestari, W. P., Pramesti, A. D., Uin, R., Mas, S., & Surakarta, I. (2024). Pengaruh TikTok terhadap Perilaku Sosial Mahasiswa: Studi Kasus Pengguna Aktif. Academica: Journal of Multidisciplinary Studies, (2), 145–154. https://doi.org/10.22515/academica.v8i2.10249

How to Cite

Ardis, N., Nasution, S., Qarimah, I. R., Fitri, Q., & Rizky, A. A. (2026). Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental: Edukasi Gaya Kelekatan untuk Menghindari Tren Self-Diagnosis. Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, Dan Aksi , 2(1), 48–56. https://doi.org/10.63203/abdimasia.v2i1.522

License

Copyright (c) 2026 Nurfaidah Ardis, Salsabila Nasution, Inaya Ridhayanti Qarimah, Qawiyyan Fitri, Alifia Ainun Rizky

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.