Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental: Edukasi Gaya Kelekatan untuk Menghindari Tren Self-Diagnosis

Authors

  • Nurfaidah Ardis Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar
  • Salsabila Nasution Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar
  • Inaya Ridhayanti Qarimah Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar
  • Qawiyyan Fitri Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar
  • Alifia Ainun Rizky Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.63203/abdimasia.v2i1.522

Keywords:

Literasi Kesehatan Mental, Gaya Kelekatan, Self-Diagnosis, Mahasiswa, Psikoedukasi

Abstract

Fenomena self-diagnosis di media sosial menciptakan tantangan baru bagi literasi kesehatan mental mahasiswa, di mana informasi mengenai gaya kelekatan (attachment style) sering kali disalahpahami sebagai label patologis tanpa evaluasi profesional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai dinamika gaya kelekatan serta membangun sikap kritis terhadap tren diagnosis mandiri di era digital. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui teknik ceramah interaktif, bantuan media visual, dan simulasi kasus relasional yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin untuk memfasilitasi interaksi langsung dan ruang refleksi yang aman bagi peserta. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan pengetahuan berbasis bukti tentang bagaimana pola kelekatan memengaruhi hubungan interpersonal serta pentingnya konsultasi profesional. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk mengalihkan kecenderungan self-diagnosis menjadi kesadaran diri (self-awareness) yang lebih sehat dan akurat. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa literasi kesehatan mental yang tepat merupakan kunci utama dalam memitigasi dampak negatif misinformasi media sosial sekaligus memperbaiki kualitas hubungan interpersonal di kalangan generasi muda.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ananta, S. (2026). The role of psychological safety and belonging in classroom engagement among first-year undergraduates. Jurnal Informasi Dan Komunikasi Administrasi Perkantoran, 10(1), 100–109. https://doi.org/10.20961/jikap.v10i1.108676

Arum Kinanti, D., Rizkirabbani Labibah, G., Maharani Santosa, N., & Septiani, N. (2025). Krepa: Kreativitas Pada Abdimas Edukasi Gaya Kelekatan (Attachment Styles) Sebagai Upaya Pencegahan Self-Diagnosis Yang Salah Di Media Sosial Tiktok. Cahaya Ilmu Bangsa, 6. https://doi.org/10.9765/Krepa.V218.3784

Aulia 2025. (n.d.).

Bizzotto, N., de Bruijn, G. J., & Schulz, P. J. (2023). Buffering against exposure to mental health misinformation in online communities on Facebook: the interplay of depression literacy and expert moderation. BMC Public Health, 23(1). https://doi.org/10.1186/s12889-023-16404-1

Caron, A. , L. M.-F. , B. J.-F. , L. C. , & J. S. M. (2012). Comparisons of attachment in close relationships: An evaluation of attachment to parents, peers, and romantic partners in young adults. Canadian Journal of Behavioural Science, 44, 245–256. https://doi.org/10.1037/a0028013

Danahfatin, A., & Mellyza Rizka, C. (2024). Pengaruh Attachment Styles Terhadap Ketergantungan Emosional Remaja Berpacaran. Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi, 15(1), 27–38. https://doi.org/doi.org/10.51353/inquiry.v15i01.974

Feeney, J. A. , & N. P. (1990). Attachment style as a predictor of adult romantic relationships. Journal of Personality and Social Psychology, 58(2), 281–291. https://doi.org/10.1037/0022-3514.58.2.281

Fraley, R. C. , & R. G. I. (2019). The develpoment of adult attachment style: four lessons. ScienceDirect, 25, 26–30. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2018.02.008

Hasanah, S., Reggia, D., & Laksmiwati, H. (2025). Hubungan Attachment Style Dengan Kepuasan Hubungan Romantis Pada Mahasiswa Akhir Psikologi UNESA. Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 12(1). https://doi.org/10.6734/liberosis.V2I2.3027

Hazan, C., & Shaver, P. (1987). Romantic Love conceptualized as an attachment process. 52(3), 511–524.

Hudon, A., Perry, K., Plate, A. S., Doucet, A., Ducharme, L., Djona, O., Testart Aguirre, C., & Evoy, G. (2025). Navigating the Maze of Social Media Disinformation on Psychiatric Illness and Charting Paths to Reliable Information for Mental Health Professionals: Observational Study of TikTok Videos. Journal of Medical Internet Research, 27. https://doi.org/10.2196/64225

Kaurin, A., Pilkonis, P. A., & Wright, A. G. C. (2022). Attachment Manifestations in Daily Interpersonal Interactions. Affective Science, 3(3), 546–558. https://doi.org/10.1007/s42761-022-00117-6

Kilanta, D. L. , & B. Y. (2025). Kecemasan Emosional dan Kualitas Hubungan Interpersonal: Peran Moderasi Gaya Kelekatan Pada Generasi Z. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 782–796.

Komala, C., Faozi, A., Rahmat, D. Y., & Sopiah, P. (2023). Hubungan literasi kesehatan mental dengan trend self-diagnosis pada remaja akhir. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(3), 206–213. https://doi.org/10.33024/hjk.v17i3.10125

Lestari, M. P., & Kusuma, R. S. (2019). Hubungan Romantis Di Media Sosial (Resepsi Pengguna Terhadap Keterbukaan Hubungan Romantis yang Diunggah Selebgram di Instagram). 28 Komuniti, 11(1).

Munandar, H. et. al. (2025). Penyuluhan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Gigi UMPR- Strategi Mencegah Self-Diagnose Pada Gen-Z.

Pasenrigading, A. R. , Nur. H. , & Daud. M. (2025). Pengaruh Media Sosial Terhadap Persepsi Diri dan Pembentukan Identitas Remaja The Influence of Social Media on Adolescent Self-Perception and Identity Formation. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(9). https://doi.org/10.5281/zenodo.15290940

Rahmadianti, Y. P. , & F. (2025). Toxic Relationships and Attachment Styles Among Young Adults: A Qualitative Research. Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(3), 286–297. https://doi.org/10.33822/jep.v8i3.11772

Sileuw, M. I. (. (2025). Gaya kelekatan pada dewasa awal dalam menjalin relasi romantis. In D. Karmiyati (Ed.), Psikologi untuk kehidupan yang lebih baik (p. 65). Universitas Muhammadiyah Malang. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=pYyREQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA65

Sukmawati, D. T., Yusuf Ln, S., & Nadhirah, N. A. (2023). The Phenomenon Of Self-Diagnosis Of Mental Health In The Era Of Mental Health Literacy. JECO Journal of Education and Counseling Journal of Education and Counseling, 4(1), 48–63.

Ulinuha, M., & Partini, ; (2025). Persepsi Konten Gangguan Mental Di Sosial Media Dengan Literasi Kesehatan Mental Terhadap Tingkat Self Diagnosis Pada Gen-Z [Universitas Muhammadiyah Surakarta.]. http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/137033

Wardani, E. N., Lia, R., Khotimah, K., Septiani, R. W., Lestari, W. P., Pramesti, A. D., Uin, R., Mas, S., & Surakarta, I. (2024). Pengaruh TikTok terhadap Perilaku Sosial Mahasiswa: Studi Kasus Pengguna Aktif. Academica: Journal of Multidisciplinary Studies, (2), 145–154. https://doi.org/10.22515/academica.v8i2.10249

Downloads

Published

2026-05-07

How to Cite

Ardis, N., Nasution, S., Qarimah, I. R., Fitri, Q., & Rizky, A. A. (2026). Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental: Edukasi Gaya Kelekatan untuk Menghindari Tren Self-Diagnosis. Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, Dan Aksi , 2(1), 48–56. https://doi.org/10.63203/abdimasia.v2i1.522

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.