Disiplin Positif untuk Menghadapi Tantangan di Era Digital

Authors

  • Rima Irmayanti Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi, Cimahi
  • Azni Nurul Fauzia Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi, Cimahi
  • Reza Pahlevi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi, Cimahi
  • Dedi Junaedi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi, Cimahi
  • Siti Azrilia Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi, Cimahi

DOI:

https://doi.org/10.63203/abdimasia.v1i2.181

Keywords:

Disiplin Positif, Literasi Digital, Workshop, Remaja, Manajemen Waktu

Abstract

Pemanfaatan internet di kalangan remaja Indonesia, khususnya kelompok usia 15–24 tahun yang tercatat sebagai pengguna internet tertinggi menurut BPS, menghadirkan manfaat sekaligus risiko seperti prokrastinasi akademik, kecemasan, dan perundungan digital. Kondisi ini menuntut adanya strategi penguatan karakter, termasuk disiplin positif, yang relevan dengan konteks perkembangan generasi digital. Objektif: kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik dalam menerapkan disiplin positif sebagai strategi menghadapi tantangan digital, serta mengukur respons dan capaian peserta dalam merumuskan rencana tindak lanjut yang konkret. Program dilaksanakan melalui metode workshop yang bersifat partisipatif, meliputi penyampaian materi konseptual, diskusi interaktif, simulasi, refleksi, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Kegiatan dilakukan pada 180 peserta didik kelas XI dan 7 guru SMA Assalaam Kabupaten Bandung. Hasil workshop menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait konsep dan praktik disiplin positif, ditunjukkan melalui keaktifan diskusi, kemampuan peserta merumuskan rencana harian berbasis prioritas, serta respons positif dari pihak sekolah terhadap implementasi lanjutan program. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran mengenai risiko penggunaan internet berlebihan berdasarkan evaluasi akhir workshop. Program ini menawarkan kebaruan berupa model workshop disiplin positif berbasis analisis SWOT yang mengintegrasikan kesadaran risiko digital, refleksi diri, dan rencana tindak lanjut personal. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kontrol diri remaja dalam konteks digital, serta menjadi dasar bagi pengembangan intervensi kolaboratif sekolah orang tua profesional dalam membangun kebiasaan positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran karakter berbasis pengalaman langsung dapat menjadi strategi preventif yang potensial terhadap masalah perilaku digital pada remaja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2018). Statistik Telekomunikasi Indonesia. BPS.

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. Macmillan.

Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development. Harvard University Press.

Hussein, M., & Hussein, R. M. (2020). Involving American Schools in Enhancing Children’s Digital Literacy and Raising Awareness of Risks Associated with Internet Usage. International Journal of Advanced Computer Science and Applications, 11(11). https://doi.org/10.14569/IJACSA.2020.0111102

Inagaki, S., Wada, Y., & Horita, T. (2019). Preventive Education for High School Students’ Internet Addiction by Being Aware of the Actual Usage of the Internet. International Conference on Advanced Applied Informatics, 230–233. https://doi.org/10.1109/IIAI-AAI.2019.00053

Keuhlen, K. D., Donald, K., Falbo, R., Lekuti, Y., Marroquin, L., & Ladd, L. D. (2020). Stop! Collaborate and Listen: A Content Analysis of Peer-Reviewed Articles Investigating Parenting Strategies for Managing Adolescent Internet Use. Contemporary Family Therapy, 42(2), 163–174. https://doi.org/10.1007/s10591-019-09510-z

Kominfo. (2023). Survei Perilaku Penggunaan TIK Siswa Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Lerner, R. M., Almerigi, J. B., Theokas, C., & Lerner, J. V. (2005). Positive youth development a view of the issues. The journal of early adolescence, 25(1), 10-16.

Mondal, P. K. (2024). Exploring the Impact of Digital Distraction on Learning: A Qualitative Analysis of University Students’ Experiences and Strategies. International Journal of Education and Knowledge Studies, 3(9), 625–632. https://doi.org/10.70333/ijeks-03-09-023

Mutakinati, L., & Anwari, I. (2023). Self-Regulated Learning dan Distraksi Digital pada Peserta Didik SMA. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 12(2), 145–156. https://doi.org/10.21009/jppi.122.05

Nelsen, J. (2006). Positive Discipline. New York: Ballantine Books.

Nelsen, J. (2018). Connection before correction.

Tennyson, S. L. (2007). Efficiency consequences of rate regulation in insurance markets. Networks Financial Institute Policy Brief, (2007-PB), 03.

We Are Social & Meltwater. (2024). Digital 2024: Indonesia. https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia

Westover, J. (2024). Managing a Distracted Modern Workforce: Applying Research Insights to Foster Focus and Productivity. Human Capital Leadership, 15(4). https://doi.org/10.70175/hclreview.2020.15.4.8

Zimmerman, B. J. (2000). Attaining Self-Regulation: A Social Cognitive Perspective. In M. Boekaerts, P. R. Pintrich, & M. Zeidner (Eds.), Handbook of Self-Regulation (pp. 13–39). Academic Press.

Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory into practice, 41(2), 64-70.

Downloads

Published

2025-11-21

How to Cite

Irmayanti, R., Nurul Fauzia, A., Pahlevi, R., Junaedi, D., & Azrilia, S. (2025). Disiplin Positif untuk Menghadapi Tantangan di Era Digital. Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, Dan Aksi , 1(2), 85–92. https://doi.org/10.63203/abdimasia.v1i2.181

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.