Check for updates

Pelestarian Dodol Betawi di Era Modern

Articles
Shinta Ady Saputri
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka
Rahning Nilam Timur
Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
Dewi Sasmita
Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
Melina Lestari
Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka

Abstract

Dodol Betawi merupakan makanan khas Betawi yang telah lama dikenal dan memiliki nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Dodol Betawi dilestarikan di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Subjek penelitian ini adalah seorang pembuat sekaligus penjual Dodol Betawi yang berdomisili di kawasan Condet, Jakarta Timur. Peneliti melakukan wawancara mendalam mengenai relevansi pembuatan Dodol Betawi dalam upaya pelestariannya di era modern. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tanggapan terkait pembuatan Dodol Betawi, yang melibatkan proses rumit serta keterampilan khusus yang diwariskan secara turun-temurun. Proses tersebut mencakup pemilihan bahan baku, teknik memasak yang khas, serta metode pengemasan yang unik. Dodol Betawi umumnya disajikan sebagai hidangan istimewa dalam pesta, acara adat, dan hari raya; selain itu, masyarakat Betawi juga berupaya melestarikannya di era modern melalui penyelenggaraan Festival Budaya Condet.

Keywords

Author Biography

Shinta Ady Saputri, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka
Rahning Nilam Timur, Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
Dewi Sasmita, Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
Melina Lestari, Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka

How to Cite

Saputri, S. A., Timur, R. N., Sasmita, D., & Lestari, M. (2026). Pelestarian Dodol Betawi di Era Modern. HANA: Humanities and Academic Narratives in Education, 2(1), 9–16. https://doi.org/10.63203/hana.v2i1.494

Licensing Information

References Total References: 17

  1. Adibah, A. N., Fitria, R., Husna, A. Y. N., Salsabila, Z., & Fauziyah, S. (2025). Nasionalisme melalui pelestarian makanan tradisional Indonesia. Jurnal Pendidikan Non-Formal, 3(2), 1–8. https://doi.org/10.47134/jpn.v3i2.2287
  2. Dua, F. M., Neonbeni, R., Timo, R. I., Selan, F. E., Masud, F., & Benu, A. (2025). Peran makanan tradisional dalam mempertahankan identitas di era globalisasi. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 336–347.
  3. Fatimah H. N., & Ahmad H. G. K. (2023). Pelestarian warisan kuliner: Menyeimbangkan tradisi dan inovasi dalam wisata kuliner. Tourism and Hospitality Essentials Journal, 13(2).
  4. Febyana, L., As-syabita, N. K., Ramadhani, S. F., Nanda, S. M., & Supriyono. (2025). Peran kuliner lokal dalam menanamkan nilai cinta tanah air pada generasi muda. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 35435–35439.
  5. Herlina. (2025). Pelestarian budaya kuliner Dayak melalui praktik pembuatan makanan tradisional oleh generasi muda di Kabupaten Sekadau. ABDIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 79–82.
  6. Jiemuratova, G. K. (2025). The cultural relevance of food: Shaping social interactions and defining collective identities. Mental Enlightenment Scientific-Methodological Journal, 6(4), 442–457.
  7. Krisnanda, R., Berlian Sabrina, A., & Ramadhani, N. K. (2025). Preserving local identity through gastronomy tourism in cultural heritage destinations. International Journal of Business and Applied Economics, 4(6), 3449–3464.
  8. Mozes, K. J., & Zega, Y. K. (2026). Optimalisasi website untuk promosi dan pelestarian budaya kampung adat tradisional. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(1), 15–24. https://doi.org/10.62282/juilmu.v3i1.15-24
  9. Nadra, N. M., Sumawidari, I. A. K., Damayanti, I. A. K. W., & Arjana, I. W. B. (2025). Traditional cuisine as a social symbol: A socio-cultural analysis of the collective identity of Indonesian society. Journal of Commerce, Management, and Tourism Studies, 4(3), 460–473. https://doi.org/10.58881/jcmts.v4i3.379
  10. Nagari, M. W. P. (2026). Kuliner sebagai warisan budaya: Studi kasus pelestarian makanan tradisional Wingko Babat di era generasi milenial. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 69–79. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8019
  11. Nasution, F. N. H., & Kusumah, A. H. G. (2023). Pelestarian Warisan Kuliner: Menyeimbangkan Tradisi dan Inovasi di dalam Wisata Kuliner. Tourism and Hospitality Essentials Journal, 13(2), 89–96. https://ejournal.upi.edu/index.php/thejournal/article/view/93170/34877
  12. Nuriyanto, L. K., Putra, I. K. S., Amir, M., Jayanti, I. G. N., Aridawati, I. A. P., & Sudastro, R. (2025). Revitalizing local traditions: Cultural sustainability and creative economy in the era of globalization. Journal of Posthumanism, 5(6), 1800–1816. https://doi.org/10.63332/joph.v5i6.2283
  13. Purbasari, M. (2024). Indahnya Betawi. Humaniora, 1(1), 1. https://doi.org/10.21512/humaniora.v1i1.2142
  14. Qatrunada, N. A. (2025). Strategi pelestarian budaya melalui identitas kuliner: Studi cultural sustainability pada nasi jamblang di Kota Cirebon. UPI Repository.
  15. Sutaguna, I. N. T., Abdelrahman, L., & Ramli. (2025). Food and culture: An anthropological study of culinary traditions. Journal of Humanities Research Sustainability, 2(1), 56–66. https://doi.org/10.70177/jhrs.v2i1.1940
  16. Wijayanti, L. (2024). Transmisi budaya antargenerasi melalui kuliner tradisional di masyarakat urban. Jurnal Diba, 1(1), 1–19.
  17. Zahwa, J. Z., Azzahra, G., Ariani, D., & Nurihsan, R. F. (2025). Membangun nasionalisme melalui pelestarian kuliner tradisional. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 38675–38678.