Abstract
Keberadaan etnis Betawi sebagai masyarakat asli Jakarta tidak terlepas dari proses sejarah yang panjang serta dinamika sosial-budaya yang kompleks. Namun, modernisasi dan globalisasi menghadirkan tantangan bagi pelestarian identitas budaya Betawi, sehingga penelitian ini menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asal-usul etnis Betawi serta mengkaji bagaimana budaya mereka berkembang dan bertahan di era modern. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan terpilih dan didukung oleh studi pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Betawi terbentuk dari akulturasi berbagai kelompok etnis yang tinggal di Batavia sejak abad ke-17, termasuk kelompok Melayu, Arab, Tionghoa, dan Eropa. Perpaduan budaya ini telah membentuk karakteristik khas dalam hal bahasa, pakaian adat, kuliner, kesenian, dan tradisi sosial. Selain itu, meskipun dihadapkan pada modernisasi, budaya Betawi tetap bertahan melalui adaptasi dan upaya pelestarian budaya berbasis komunitas. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya memperkuat kesadaran budaya dan strategi pelestarian guna mempertahankan identitas Betawi sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Jakarta.
Keywords
Author Biography
How to Cite
Licensing Information

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References Total References: 16
- Aslan, & Yunaldi, A. (2018). Budaya berbalas pantun sebagai media penyampaian pesan perkawinan dalam acara adat istiadat perkawinan Melayu Sambas. Jurnal Transformatif (Islamic Studies), 2(2), 111–122. https://doi.org/10.23971/tf.v2i2.962
- Castles, L. (1967). The ethnic profile of Djakarta. Indonesia, (3), 153–204.
- Erwanto, H. (2014). Etnis Betawi: Kajian historis. Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 6(1), 1–16.
- Faizah, N., Zid, M., & Hardi, O. S. (2020). Mobillitas Sosial dan Identitas Etnis Betawi (Studi terhadap Perubahan Fungsi dan Pola Persebaran Kesenian Ondel-ondel di DKI Jakarta). Budaya, 2(2), 36–50.
- Kusumaningtyas, A. D., & Pramutomo, R. (2024). Acculturation of Betawi Dance As a Form of Spread of Chinese Culture (Sipatmo Dance Study). Jurnal Kajian Seni, 11(1), 104. https://doi.org/10.22146/jksks.86539
- Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.
- Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Sage.
- Muhaimin. (2001). Islam dalam bingkai budaya lokal. Potret.
- Oktaviani, A., Dewi, R. S., & Juwandi, R. (2024). Analisis modifikasi budaya dalam perspektif krisis identitas etnis Betawi. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 6(1), 1–12. https://doi.org/10.23887/jabi.v6i1.62400
- Petricia, Y. (2022). Understanding Betawi Culture in Jakarta People Through the Implementation of the Betawi Lebaran Event. COMMENTATE: Journal of Communication Management, 3(1), 83. https://doi.org/10.37535/103003120228
- Purbasari, M. (2024). Indahnya Betawi. Humaniora, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.21512/humaniora.v1i1.2142
- Rohim, S., Sukardi, E., & Yulinda, L. (2023). Etnography and multicultural dynamics communication of Jakarta community. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 22(2), 333–341. https://doi.org/10.32509/wacana.v22i2.3383
- Shahab, Y. Z. (1994). The creation of ethnic tradition: The Betawi of Jakarta (Doctoral dissertation). SOAS University of London.
- Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Kuantitatif, kualitatif, kombinasi, dan R&D (Edisi ke 3). Alfabeta.
- Suswandari, S. (2023). Local History of Jakarta and MulticulturalAttitude (Historical Local Study of Betawi Ethnic). JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning), 2(1), 93. https://doi.org/10.26737/jetl.v2i1.142
- Yin, R. K. (2014). Case study research: Design and methods (5th ed.). Sage Publications.