Lunturnya Nilai Humanistik Ondel-ondel Betawi: Narasi Budaya dan Tantangan Pelestariannya
DOI:
https://doi.org/10.63203/hana.v1i1.436Keywords:
Ondel-ondel, Perubahan Makna, Pelestarian Budaya, Nilai HumanistikAbstract
Definisi budaya mencakup beragam definisi yang mencerminkan kompleksitasnya sebagai fenomena multidimensi. Secara etimologis, kata budaya berasal dari bahasa Latin "colere" dan dalam bahasa Indonesia dari bahasa Sansekerta "buddhayah". Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab lunturnya nilai-nilai budaya Ondel-ondel dan mengidentifikasi upaya pelestarian serta revitalisasi tradisi ini agar tetap relevan di tengah dinamika perkembangan zaman. Dengan memahami dinamika perubahan yang terjadi dalam tradisi Ondel-ondel, diharapkan dapat ditemukan solusi efektif untuk mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai budaya Betawi agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah dua tokoh masyarakat dan tokoh masyarakat Betawi yang berdomisili di Jakarta. Peneliti melakukan wawancara mendalam terkait penyebab lunturnya nilai-nilai budaya ondel-ondel. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan makna Ondel-ondel dalam masyarakat Betawi. Dahulu, Ondel-ondel memainkan peran penting dalam pernikahan adat Betawi dan memiliki fungsi magis sebagai penolak bala. Kini, Ondel-ondel lebih sering digunakan untuk mengamen di jalanan, mengubah persepsi masyarakat terhadap simbol budaya ini dari sakral menjadi profan.
References
Callula, S. A., Nolani, P. S., & Ramadhan, M. R. (2022). Strategi mempertahankan budaya ondel-ondel dalam revitalisasi kebudayaan Betawi. Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal, 1(2), 304–317.
Castles, L. (2007). Profil etnik Jakarta (G. Triwira, Trans.). Jakarta: Mashup Jakarta.
Chienita, I., Susanto, E., & Irenm, S. (2018). Persepsi masyarakat Betawi terhadap ondel-ondel ngamen. Jurnal Komunikasi, 380–386. https:journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/index
Dharsono. (2007). Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.
Evaluasi pelaksanaan strategi komunikasi dalam melestarikan ondel-ondel di Jakarta. Jurnal Komunikasi Global. Retrieved from https://usk.ac.id
Faizah, N., Zid, M., & Ode, S. H. (2018). Mobilitas sosial dan identitas etnis Betawi (Studi terhadap perubahan fungsi dan pola persebaran kesenian ondel-ondel di DKI Jakarta). Jurnal Spatial: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, 18(1), 36–50. http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/download/7423/5311
Hofstede, G. (2001). Culture’s consequences: Comparing values, behaviors, institutions, and organizations across nations. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kusumadinata, F. D., Putri, M. T. G., & Rosita, D. Q. (2022). Eksplorasi nilai-nilai karakter budaya Betawi dalam wujud ondel-ondel. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya, 4(2), 92–98.
Maharani, A. (2021). Mengenal 5 ragam budaya Betawi yang unik banget. IDN Times. https://www.idntimes.com/travel/journal/auliamaharani/mengenal-5-ragam-budaya-betawi-yang-unik-banget
Ondel-ondel dan pertarungan belief masyarakat Betawi. (2022). Kompas Megapolitan. https://megapolitan.kompas.com
Paramita, S. (2018). Pergeseran makna budaya ondel-ondel pada masyarakat Betawi modern. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 1(1), 133–138.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (2017). Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi. https://jdih.jakarta.go.id/uploads/default/produkhukum/NO.11__.pdf
Saputra, Y. A. (2009). Profil seni budaya Betawi. Jakarta: Jakarta City Government Tourism and Culture Office.
Shafa, I., Kumbara, A. A. N. A., & Suwena, I. W. (2022). Bentuk transformasi pertunjukan ondel-ondel di Kelurahan Warakas. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 2(1), 35–45.
Sumarjo, Y. (1992). Perkembangan teater modern dan sastra drama Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aisya Fadilla, Faza Izzatun Nuha, Dewi Aistya, Melina Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




