Makna Estetika dan Naratif Simbol Warna Merah dalam Pembentukan Identitas Tokoh Si Cepot
DOI:
https://doi.org/10.63203/hana.v1i1.435Keywords:
Representation, Cepot, PuppetAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami representasi warna merah dalam wayang golek si cepot. Warna merah sering dikaitkan dengan konotasi negatif. Dalam penelitian ini, penulis akan menyelidiki warna yang ada dalam karakter wayang dari berbagai aspek. Warna dapat berfungsi sebagai simbol dan makna yang memberikan peringatan kepada orang-orang tentang apa yang harus dan tidak boleh mereka lakukan. Subjek penelitian ini adalah karakter wayang si cepot, yang berwarna merah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada makna yang melekat pada warna merah dalam wayang golek si cepot dengan menggunakan berbagai metode analisis warna. Warna merah dipandang sebagai keinginan, bahaya, panas dan dikaitkan dengan emosi. Warna merah pada wayang golek si cepot memiliki makna simbolis yang mendalam. Makna ini melampaui sekadar estetika dan juga mewakili karakter dan peran si cepot dalam pertunjukan wayang golek. Temuan ini kemudian mengkategorikan warna merah dalam wayang golek sebagai representasi karakteristik manusia seperti keserakahan, keinginan dan keberanian. Namun, warna merah pada wayang pada hakikatnya melambangkan hasrat dan keberanian wayang sebagai pemberontakan terhadap kesewenang-wenangan masyarakat yang selalu tamak akan segala hal. Dengan demikian, wayang merupakan representasi manusia yang digambarkan dalam peran "Si Cepot".
References
Limelta, A., & Paramita, S. (2020). Makna Wayang Golek Si Cepot pada Masyarakat Sunda Milenial dan Generasi Z.
Natanael, E., Gracella, M., & Vanessa. (2020). Menilik Wayang Golek di Era Modernisasi.
Soetarno. (2005). Petrunjukan wayang dan makna simbolisme. Surakarta: STSI Press.
Suryana, J. (2002). Wayang Golek Sunda: Kajian estetika rupa tokoh golek. Bandung: Kiblat.
Taufik, M. S. (2016). Teori warna. http://anak-lingkungan.blogspot.co.id
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yuniar Siti Rachmah, Lintang Nadhia Pratiwi, Elita Salsabila, Nuraini Nuraini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




