Filosofi dan Pendidikan: Pandangan John Dewey serta Implikasi pada Bimbingan dan Konseling di Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.63203/hana.v1i1.438Keywords:
John Dewey, Filosofi, PendidikanAbstract
Pendidikan di era modern mengalami pergeseran yang signifikan akibat perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang pesat. Pembelajaran tidak lagi terbatas pada transfer pengetahuan, tetapi menuntut pengembangan berpikir kritis, kemampuan mengambil keputusan, dan pertumbuhan manusia secara holistik. Namun, banyak sekolah masih menerapkan pendekatan yang berpusat pada guru dan pasif yang tidak selaras dengan kebutuhan peserta didik. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan konseptual antara praktik pendidikan dan landasan filosofis yang mendukung pembelajaran berbasis pengalaman, demokratis, dan berpusat pada siswa. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi filosofi progresivisme John Dewey dan mengkaji implikasinya terhadap pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan. Data dikumpulkan dari buku, artikel, dan dokumen penelitian yang relevan. Proses analisis data meliputi pemetaan sumber, reduksi, analisis isi, interpretasi konseptual, dan sintesis. Penelitian ini dilakukan dalam waktu kurang lebih tiga bulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa filosofi Dewey selaras dengan peran ideal bimbingan dan konseling sebagai layanan yang bersifat perkembangan, preventif, dan fasilitatif. Pandangan Dewey mendukung peran konselor sebagai fasilitator pembelajaran, mendorong bimbingan berdasarkan pengalaman, dan memperkuat keterlibatan demokratis dalam program konseling. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan menawarkan kerangka kerja konseptual untuk layanan konseling berbasis progresif dan secara praktis dengan mengarahkan sekolah untuk mengadopsi model yang lebih humanis, partisipatif, dan berbasis pengalaman. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengeksplorasi implementasi dan evaluasi berbasis lapangan.
References
Afriliany, M., Kalsum, U., & Sari, H. P. (2024). Pemikiran Filsafat Progresivisme John Dewey dalam Pendidikan. Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, 1(4), 161–168. https://doi.org/10.61132/karakter.v1i4.187
Anggraeni, I., Mulyanti, D., Marlina, T., & Rahmawati, A. (2025). A Systematic Literature Review : Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 22350–22360.
Arifin, N. (2020). Pemikiran Pendidikan John Dewey. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 2(2), 204–219. https://doi.org/10.47476/as.v2i2.128
Dewey, J. (2004). Democracy and Education : An Introduction to the Philosophy of Education. Dover Publication Inc.
Leshkovska, E. A., & Spaseva, S. M. (2016). John Dewey’s Educational Theory And Educational Implications Of Howard Gardner’s Multiple Intelligences Theory. (IJCRSEE) International Journal of Cognitive Research in Science, Engineering and Education, 4(2), 57–66. https://doi.org/10.5937/IJCRSEE1602057A
Najahah, K. (2025). Development of John Dewey ’ s Theory to Improve Academic Values in a Meaningful Quality of Life for Mahasantri. Konseling Edukasi, 9(1), 57–80. https://doi.org/10.21043/konseling
Novianti, R., Copriady, J., & Firdaus, L. (2022). Parenting di Era Digital : Telaah Pandangan Filsafat Progresivisme John Dewey. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6090–6101. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2671
Nuha, M. S., & Gustama, R. A. (2024). The Paradigm of Progressivism : Strengthening Education in The Era of Merdeka Belajar. Sanskara Pendidikan Dan Pengajaran, 2(03), 163–171. https://doi.org/10.58812/spp.v2i03
Prayitno. (2009). Wawasan Profesional Konseling . Universitas Negeri Padang.
Putri, N. D. A., Nugroho, A. A., & Satwika, P. A. (2022). Pandangan akan Masa Depan dan Kematangan Karier Siswa SMK. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 7(1), 60. https://doi.org/10.20961/jip.v7i1.58227
Ramdani, R., Sukriono, D., & Atok, A. R. Al. (2025). Development Of Learning By Doing Based On Experiential Learning To Improve The Strengthening Of Social Care Attitudes Among Smp Al-Hidayah Sutam Students In Bandung Regency. The Innovation of Social Studies Journal, 6(2), 85–100. https://doi.org/10.20527/iis
Rohmah, R. A., Mahdum, & Isjoni. (2023). Pada Pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka : Kajian Studi Literatur Review. JKPI: Jurnal Konseling Pendidikan Islam, 4(1), 194–200.
Septiana, N. Z. (2020). Urgensi Layanan Bimbingan dan Konseling: Survey Analisis Kebutuhan Layanan untuk Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Kediri. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 10(2), 166–181.
Simarona, N., Untung, T., Silitonga, W., & Elpin, A. (2024). Relevansi Filsafat Progresivisme Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Kurikulum Merdeka. Journal on Education, 7(1), 6382–6391. http://jonedu.org/index.php/joe
Vannatta, R., & Vannatta, S. C. (2021). Pedagogy in Counselor Education: Insights from John Dewey. Journal of Counselor Preparation and Supervision, 14(2), 1–25.
Williams, M. K. (2017). John Dewey in the 21st Century. Journal of Inquiry & Action in Education, 9(1), 91–102.
Wulandari, T., Hartini, Azwar, B., & Sumarto. (2024). Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Penerapan Teori Kognitif pada Siswa SMP dalam Menghadapi Assesment Bakat Minat. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4), 2834–2846.
Zaid, A. H., Nurrohman, W. S., & Pahlevi, M. S. (2023). The Essence of Education in the Perspective of John Dewey. International Journal of Post-Axial, 1(2), 92–98. https://doi.org/10.59944/postaxial.v1i2.243
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Irfan Hadi, Candra Prasiska Rahmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




