Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Login Register
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education
  • Home
  • Current
  • Archives
  • Announcements
  • About
    • About the Journal
    • Submissions
    • Privacy Statement
    • Contact
  1. Home /
  2. Search

Search

Advanced filters
Published After
Published Before

Search Results

Found 4 items.
  • Lunturnya Nilai Humanistik Ondel-ondel Betawi: Narasi Budaya dan Tantangan Pelestariannya

    Aisya Fadilla(1), Faza Izzatun Nuha(2), Dewi Aistya(3), Melina Lestari(4)
    (1) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
    (2) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka
    (3) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
    (4) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
    DOI 10.63203/hana.v1i1.436 Published December 9, 2025 Pages 1-7 Abstract Views 890 PDF Views 377 Dimensions
    PDF XML Article Detail
    Abstract

    Definisi budaya mencakup beragam definisi yang mencerminkan kompleksitasnya sebagai fenomena multidimensi. Secara etimologis, kata budaya berasal dari bahasa Latin "colere" dan dalam bahasa Indonesia dari bahasa Sansekerta "buddhayah". Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab lunturnya nilai-nilai budaya Ondel-ondel dan mengidentifikasi upaya pelestarian serta revitalisasi tradisi ini agar tetap relevan di tengah dinamika perkembangan zaman. Dengan memahami dinamika perubahan yang terjadi dalam tradisi Ondel-ondel, diharapkan dapat ditemukan solusi efektif untuk mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai budaya Betawi agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah dua tokoh masyarakat dan tokoh masyarakat Betawi yang berdomisili di Jakarta. Peneliti melakukan wawancara mendalam terkait penyebab lunturnya nilai-nilai budaya ondel-ondel. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan makna Ondel-ondel dalam masyarakat Betawi. Dahulu, Ondel-ondel memainkan peran penting dalam pernikahan adat Betawi dan memiliki fungsi magis sebagai penolak bala. Kini, Ondel-ondel lebih sering digunakan untuk mengamen di jalanan, mengubah persepsi masyarakat terhadap simbol budaya ini dari sakral menjadi profan.

  • Tradisi Weton Dalam Menentukan Perkawinan Adat Jawa (Studi Di Desa Sepande Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo)

    Novian Fachri(1), Salsabilla Choirunnisa(2), Maulidina Sheila(3), Cici Yulia(4)
    (1) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka
    (2) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
    (3) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
    (4) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
    DOI 10.63203/hana.v1i1.434 Published December 9, 2025 Pages 8-13 Abstract Views 516 PDF Views 348 Dimensions
    PDF XML Article Detail
    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fenomena praktik hitung weton yang masih dilakukan di Desa Sepande dalam kaitannya dengan nilai-nilai bimbingan dan konseling perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian naratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perhitungan weton untuk jodoh berasal dari penjumlahan hari neptu dan pasaran masing- masing calon pengantin. Namun, dalam masyarakat sekarang ini tidak se-ekstrim dulu, jika weton antara laki-laki dan perempuan tidak memiliki kecocokan, maka keduanya harus berpisah dan mencari pasangan lain. Perhitungan weton hanya menjadi salah satu pertimbangan di luar faktor bibit, bebet, dan bobot apakah mereka akan melanjutkan perkawinan atau tidak. Penghitungan weton di Desa Sepande tidak seperti dulu lagi karena zaman sudah berubah. Nilai-nilai konseling perkawinan sudah termasuk dalam tradisi masyarakat sehingga perhitungan weton dianggap sebagai nasehat untuk berhati- hati ketika akan menikah.

  • Asal Usul Etnis Betawi di Jakarta: Kajian Historis dan Sosio-Kultural

    Annisa Hendini(1), Zahra Putri Rahma Aliya(2), Aisyah Nur Syifa(3), Tesi Safitri(4), Eka Heriyani(5)
    (1) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
    (2) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
    (3) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
    (4) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
    (5) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
    DOI 10.63203/hana.v2i1.491 Published August 6, 2026 Pages 1-8 Abstract Views 56 PDF Views 30 Dimensions
    pdf XML Article Detail
    Abstract

    Keberadaan etnis Betawi sebagai masyarakat asli Jakarta tidak terlepas dari proses sejarah yang panjang serta dinamika sosial-budaya yang kompleks. Namun, modernisasi dan globalisasi menghadirkan tantangan bagi pelestarian identitas budaya Betawi, sehingga penelitian ini menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asal-usul etnis Betawi serta mengkaji bagaimana budaya mereka berkembang dan bertahan di era modern. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan terpilih dan didukung oleh studi pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Betawi terbentuk dari akulturasi berbagai kelompok etnis yang tinggal di Batavia sejak abad ke-17, termasuk kelompok Melayu, Arab, Tionghoa, dan Eropa. Perpaduan budaya ini telah membentuk karakteristik khas dalam hal bahasa, pakaian adat, kuliner, kesenian, dan tradisi sosial. Selain itu, meskipun dihadapkan pada modernisasi, budaya Betawi tetap bertahan melalui adaptasi dan upaya pelestarian budaya berbasis komunitas. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya memperkuat kesadaran budaya dan strategi pelestarian guna mempertahankan identitas Betawi sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Jakarta.

  • Analisis Makna Lebaran Ketupat di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah

    Anisa Alfisyah(1), Natasya Java Zeiza Shaputri(2), Regita Cahya Widadari(3), Melina Lestari(4)
    (1) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka, Jakarta
    (2) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka, Jakarta
    (3) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka, Jakarta
    (4) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka, Jakarta
    DOI 10.63203/hana.v1i2.495 Published April 12, 2026 Pages 62-71 Abstract Views 143 PDF Views 213 Dimensions
    pdf XML Article Detail
    Abstract

    This research aims to analyze the meaning of Ketupat Eid in Grobogan Regency, Central Java. This research uses a qualitative approach with narrative methods. Researchers conducted interviews with two community leaders in Grobogan Regency, Central Java. Data analysis uses Miles Huberman with stages of data collection, organizing data, reading data, coding, developing categorization, interpreting data, verifying findings, and presenting findings. The results of this research are that Eid Ketupat has deep social and religious meaning. Apart from being a form of gratitude after completing the Shawwal fast, this celebration also strengthens social and family ties. This event is often accompanied by friendly activities, visiting each other with family and neighbors, and sharing typical foods such as ketupat, opor ayam, and fried chili sauce. Overall, Eid Ketupat is not only an extension of the Eid al-Fitr celebration, but also an opportunity to strengthen social ties and revive local traditions that have been passed down from generation to generation.

1 - 4 of 4 items
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education

Address

Bumi Mutiara Serang, Cluster Symphony, Blok C2 No.18 Serang - Banten - Indonesia 42122
Join us on :

Contact Info

Rosada
+62 853-1289-8866
rosada@aapbk.org

Publisher

Asosiasi Asesmen Pendidikan
https://aapbk.org
© 2026 HANA: Humanities and Academic Narratives in Education. All rights reserved.
Licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Powered by Belova Creative Solusotion