Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Login Register
TheraEdu: Journal of Therapy and Educational Psychology
  • Home
  • About
    • About the Journal
    • Submissions
    • Editorial Team
    • Privacy Statement
  • Current
  • Archives
  • Announcements
  • Contact
  • Register
  • Login
  1. Home /
  2. Search

Search

Advanced filters
Published After
Published Before

Search Results

Found 4 items.
  • Kesehatan Mental Dalam Konteks Tekanan Ekonomi: Pendekatan Studi Kasus

    Syifa Leonida(1), Sarah Anjani(2), Hendry Sugara(3)
    (1) Universitas Indraprasta PGRI
    (2) Universitas Indraprasta PGRI
    (3) Universitas Indraprasta PGRI
    DOI 10.63203/021817700 Published May 31, 2025 Pages 38-47 Abstract Views 2240 PDF Views 2218 Dimensions
    PDF XML Article Detail
    Abstract

    Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh tekanan ekonomi terhadap kesehatan mental anak muda, yang merupakan masalah penting karena masa remaja merupakan periode perkembangan dengan banyak perubahan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji keterkaitan antara situasi ekonomi keluarga dan kesehatan mental remaja, serta menemukan faktor-faktor yang dapat melindungi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, data diperoleh melalui wawancara dengan dua informan dari MTs Hidayatut Tholibin, masing-masing ditanya dengan dua belas pertanyaan utama mengenai tekanan ekonomi dan kesehatan mental. Temuan menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dapat menyebabkan kelelahan emosional, kecemasan, dan penurunan semangat belajar pada remaja. Strategi koping yang efektif, seperti mencari sumber penghasilan dan menabung, serta dukungan sosial dan spiritual, sangat diperlukan. Namun, terdapat pula strategi koping yang tidak efektif, seperti melarikan diri dari masalah atau menangis secara diam-diam. Kesimpulan studi ini menyatakan bahwa masalah ekonomi menghalangi pemenuhan kebutuhan dasar remaja, yang selanjutnya memengaruhi kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri menurut Teori Hierarki Kebutuhan Maslow.

  • Systematic Literature Review (SLR) : Konseling Kelompok dengan Pendekatan Realita

    Laili Ulima(1), Ririn Eka Septianawati(2)
    (1) Universitas Sebelas Maret
    (2) Universitas Sebelas Maret
    DOI 10.63203/021816700 Published May 31, 2025 Pages 21-27 Abstract Views 2581 PDF Views 1185 Dimensions
    PDF XML Article Detail
    Abstract

    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel-artikel terkait konseling kelompok dengan pendekatan realita serta menjawab pernyataan penelitian terkait pada jenjang Pendidikan apa konseling dengan pendekatan realita ini digunakan, tahap apa yang digunakan dalam konseling kelompok dengan pendekatan realita, dan apa saja masalah yang bisa ditangani dengan konseling kelompok menggunakan pendekatan realita Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematical LIteratur Review (SLR). Hasil dari analisis data yaitu konseling kelompok realita paling banyak digunakan pada jenjang SMA/SMK/sederajat. Dalam konseling kelompok realita terdapat beberapa tahap tetapi yang sering digunakan adalah tahap WDEP (Wants, Doing, Evaluation, and Planning). Jenis masalah yang paling banyak dapat ditangani dengan konseling kelompok realita adalah tanggung jawab. 

  • Analisis Model ABC REBT (Rational Emotive Behavior Therapy) dalam Memahami Respon Emosional Pelaku Bullying: Sebuah Studi Literatur

    Zikry Latupasjana Ersya(1), Rafli Dwilianto(2)
    (1) Universitas Negeri Padang
    (2) Universitas Negeri Padang
    DOI 10.63203/021837700 Published November 29, 2025 Pages 67-77 Abstract Views 837 PDF Views 1074 Dimensions
    PDF XML Article Detail
    Abstract

    Bullying merupakan masalah psikososial yang kompleks dan masih marak terjadi di lingkungan pendidikan maupun sosial. Perilaku ini tidak hanya muncul akibat faktor eksternal, tetapi juga terkait erat dengan keyakinan dan cara berpikir individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pelaku bullying melalui kerangka Rational Emotive Behavior Therapy (REBT), khususnya model ABC yang menekankan hubungan antara peristiwa pemicu, keyakinan, dan konsekuensi emosional maupun perilaku. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui telaah terhadap sembilan artikel ilmiah yang relevan serta buku-buku pendukung. Hasil telaah menunjukkan bahwa peristiwa pemicu bullying umumnya berasal dari ancaman status sosial, konflik keluarga, hingga pengalaman menjadi korban. Keyakinan irasional yang dominan pada pelaku mencakup tuntutan absolut, pola pemikiran mengerikan, toleransi rendah terhadap frustrasi, dan evaluasi global terhadap diri maupun orang lain. Keyakinan tersebut memicu konsekuensi emosional negatif berupa kemarahan, kebencian, kecemasan, atau rasa puas setelah melakukan perundungan, yang pada akhirnya memperkuat perilaku agresif. Analisis ini menegaskan bahwa REBT dapat menjadi kerangka teoretis yang relevan dalam memahami dinamika psikologis pelaku bullying sekaligus menawarkan perspektif untuk intervensi yang lebih efektif

  • Problema Tugas Terkembangan Remaja pada siswa

    Depi Yuhendra(1), Wahidah Fitriani(2)
    (1) UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    (2) UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    DOI 10.63203/021818000 Published May 31, 2025 Pages 28-37 Abstract Views 870 PDF Views 992 Dimensions
    PDF XML Article Detail
    Abstract

    The background of this research is that adolescents find it difficult to accept physical and psychological conditions at the stage of their development, because in childhood they have used the concept of self-appearance and ways to improve self-appearance so that it is more in line with what one aspires to be. The problem with this research is that early school-age adolescents still need guidance and development to find out the developmental tasks at their age, because in adolescence the physical, emotional and intellectual condition of adolescents can go through a developmental task crisis. physical growth, and psychology, the purpose of this research is to describe the developmental task problems experienced by students in the aspect of achieving socially responsible behavior, achieving emotional independence, achieving good relationships with both sexes, being able to accept physical conditions and use them optimally. effective and capable of developing the intellectual skills and concepts necessary for citizens. To find out this, the author uses qualitative research that describes what is about the problem. Data collection was carried out through inventory in the form of questionnaires to students. These observations were made on the tasks of early adolescent development. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that the developmental problems that are often experienced by adolescents are the problem of having a desire and responsibility for social behavior, namely ethics and techniques of getting along and giving respect to others, being less open to others, feeling insecure when talking to others, unable to express opinions, dislikes being criticized for actions and opinions, does not know how to spend money properly. In the problem of emotional independence, namely irritability and unable to control emotions, worry about families who are less warm or less pleasant, often feel sad, afraid to try something new, sometimes brave, shy and easily confused about something.

1 - 4 of 4 items
TheraEdu: Journal of Therapy and Educational Psychology

Address

Bumi Mutiara Serang, Cluster Symphony, Blok C2 No.18, Serang - Banten, 42122 | +62 853-1289-8866 | journal@aapbk.org
Join us on :

Contact Info

Candra Prasiska Rahmat
+62 822-8175-1416
candraprasiska@gmail.com

Publisher

Asosiasi Asesmen Pendidikan
https://aapbk.org
© 2026 TheraEdu: Journal of Therapy and Educational Psychology. All rights reserved.
Licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Powered by Belova Creative Solusotion