Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Login Register
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education
  • Home
  • Current
  • Archives
  • Announcements
  • About
    • About the Journal
    • Submissions
    • Privacy Statement
    • Contact
  1. Home /
  2. Search

Search

Advanced filters
Published After
Published Before

Search Results

Found one item.
  • Makna Estetika dan Naratif Simbol Warna Merah dalam Pembentukan Identitas Tokoh Si Cepot

    Lintang Nadhia Pratiwi(1), Yuniar Siti Rachmah(2), Elita Salsabila(3), Nuraini Nuraini(4)
    (1) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
    (2) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka
    (3) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
    (4) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka
    DOI 10.63203/hana.v1i1.435 Published December 9, 2025 Pages 20-25 Abstract Views 392 PDF Views 863 Dimensions
    PDF XML Article Detail
    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk memahami representasi warna merah dalam wayang golek si cepot. Warna merah sering dikaitkan dengan konotasi negatif. Dalam penelitian ini, penulis akan menyelidiki warna yang ada dalam karakter wayang dari berbagai aspek. Warna dapat berfungsi sebagai simbol dan makna yang memberikan peringatan kepada orang-orang tentang apa yang harus dan tidak boleh mereka lakukan. Subjek penelitian ini adalah karakter wayang si cepot, yang berwarna merah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada makna yang melekat pada warna merah dalam wayang golek si cepot dengan menggunakan berbagai metode analisis warna. Warna merah dipandang sebagai keinginan, bahaya, panas dan dikaitkan dengan emosi. Warna merah pada wayang golek si cepot memiliki makna simbolis yang mendalam. Makna ini melampaui sekadar estetika dan juga mewakili karakter dan peran si cepot dalam pertunjukan wayang golek. Temuan ini kemudian mengkategorikan warna merah dalam wayang golek sebagai representasi karakteristik manusia seperti keserakahan, keinginan dan keberanian. Namun, warna merah pada wayang pada hakikatnya melambangkan hasrat dan keberanian wayang sebagai pemberontakan terhadap kesewenang-wenangan masyarakat yang selalu tamak akan segala hal. Dengan demikian, wayang merupakan representasi manusia yang digambarkan dalam peran "Si Cepot".

1 - 1 of 1 items
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education

Address

Bumi Mutiara Serang, Cluster Symphony, Blok C2 No.18 Serang - Banten - Indonesia 42122
Join us on :

Contact Info

Rosada
+62 853-1289-8866
rosada@aapbk.org

Publisher

Asosiasi Asesmen Pendidikan
https://aapbk.org
© 2026 HANA: Humanities and Academic Narratives in Education. All rights reserved.
Licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Powered by Belova Creative Solusotion