<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<noamArticleMetadata version="1.0">
  <journal>
    <title>Journal of Behavioral Innovation</title>
    <issnOnline>3164-2470</issnOnline>
    <issnPrint></issnPrint>
  </journal>
  <article id="543">
    <title><![CDATA[Analisis Pembentukan Citra Diri dalam Perilaku Berias pada Remaja Perempuan]]></title>
    <abstract><![CDATA[Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan citra diri pada remaja perempuan melalui perilaku bermakeup di smp islam al azhar 19 cibubur. fokus penelitian diarahkan pada empat rumusan masalah: (1) bagaimana pengalaman remaja perempuan dalam menggunakan makeup dalam kehidupan sehari-hari, (2) bagaimana praktik ber-makeup berkontribusi terhadap pembentukan citra diri, (3) faktor-faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi pembentukan citra diri terkait penggunaan makeup, dan (4) bagaimana remaja menegosiasikan tekanan sosial dan standar kecantikan melalui perilaku ber-makeup. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap sepuluh remaja perempuan yang duduk di bangku kelas vii dan viii. data dianalisis menggunakan metode tematik dengan mengacu pada teori konsep diri carl rogers, interaksionisme simbolik goffman, dan social comparison theory festinger sebagai kerangka interpretatif. hasil penelitian menunjukkan bahwa makeup bagi remaja tidak hanya berfungsi sebagai alat estetika, tetapi juga sebagai media negosiasi identitas dan kontrol sosial. makeup digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri, membangun kesan positif di lingkungan sekolah, dan menutupi ketidaknyamanan terhadap penampilan. faktor-faktor eksternal seperti media sosial, teman sebaya, dan dukungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan citra diri remaja. media sosial menjadi sumber utama pembelajaran makeup dan standar kecantikan, sementara teman sebaya berperan sebagai pemberi validasi sosial melalui pujian atau komentar terhadap penampilan. selain itu, remaja menampilkan beragam strategi dalam menghadapi tekanan sosial dan standar kecantikan, antara lain adaptasi sosial, resistensi selektif, dan redefinisi kecantikan. makeup juga berperan sebagai sarana emotional regulation dan self-expression, meskipun dalam beberapa kasus menimbulkan appearance anxiety akibat ketergantungan pada validasi eksternal. secara keseluruhan, perilaku ber-makeup pada remaja perempuan di smp islam al azhar 19 cibubur menggambarkan proses dinamis pembentukan citra diri yang dipengaruhi oleh interaksi sosial, media, dan nilai-nilai budaya sekolah islam. penelitian ini menegaskan pentingnya peran bimbingan konseling sekolah dalam mengembangkan literasi media, penerimaan diri (self-compassion), dan pemahaman kecantikan yang lebih sehat serta seimbang antara aspek fisik dan moral.]]></abstract>
    <doi>10.63203/jbi.v1i1.543</doi>
    <publicationDate>2026-04-22</publicationDate>
    <pages>34-47</pages>
    <url>https://journal.aapbk.org/index.php/jbi/article/view/543</url>
    <pdfUrl>https://journal.aapbk.org/index.php/jbi/article/view/543/148</pdfUrl>
    <keywords>
      <keyword><![CDATA[Citra Diri]]></keyword>
      <keyword><![CDATA[Remaja Perempuan]]></keyword>
      <keyword><![CDATA[Make Up]]></keyword>
    </keywords>
    <authors>
      <author>
        <name>Nurul Fajri</name>
        <email>nurul.bk@uia.ac.id</email>
        <affiliation><![CDATA[Universitas Islam As Syafi'iyah, Jakarta]]></affiliation>
        <orcid></orcid>
      </author>
    </authors>
    <references>
      <reference order="1">
        <content><![CDATA[Amma, D. S. R., Widiani, E., & Trishinta, S. M. (2017). Hubungan citra diri dengan tingkat kepercayaan diri remaja di SMKN 11 Malang kelas XI. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2(3).]]></content>
      </reference>
      <reference order="2">
        <content><![CDATA[Badan Pusat Statistik. (2021). Jumlah Angkatan Kerja 2011-2020. Retrieved from. Badan. Pusat. Statistik. Provinsi. Jawa. Tengah: https://jateng.]]></content>
      </reference>
      <reference order="3">
        <content><![CDATA[Berliana, N. (2018). Pemakaian kosmetik terhadap kepercayaan diri remaja putri. Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu, 1–94.]]></content>
      </reference>
      <reference order="4">
        <content><![CDATA[Chaplin, J. P. (2009). Kamus lengkap psikologi (Alih bahasa K. Kartono). Jakarta: Rajawali Press.]]></content>
      </reference>
      <reference order="5">
        <content><![CDATA[Elianti, L. D., & Pinasti, V. I. S. (2018). Makna penggunaan make up sebagai identitas diri (Studi mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta). ESocietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(3).]]></content>
      </reference>
      <reference order="6">
        <content><![CDATA[Franzoi, S. L., & Vasquez-Suson, K. A. (2020). Body image and self-esteem in adolescence: Understanding body neutrality. Journal of Adolescent Research, 35(6), 775–791. https://doi.org/10.1177/0743558420916892]]></content>
        <doi>10.1177/0743558420916892</doi>
      </reference>
      <reference order="7">
        <content><![CDATA[Goffman, E. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life. Doubleday.]]></content>
      </reference>
      <reference order="8">
        <content><![CDATA[Grogan, S. (2021). Body Image: Understanding Body Dissatisfaction in Men, Women, and Children (4th ed.). Routledge.]]></content>
      </reference>
      <reference order="9">
        <content><![CDATA[Hales, L., & Lagu, M. (2025). The GRWM trend on TikTok and adolescent beauty practices. Journal of Youth Media and Culture Studies, 5(1), 15–28. https://doi.org/10.1016/j.yme.2025.01.003]]></content>
        <doi>10.1016/j.yme.2025.01.003</doi>
      </reference>
      <reference order="10">
        <content><![CDATA[Hidayat, R., Malfasari, E., & Herniyanti, R. (2019). Hubungan perlakuan body shaming dengan citra diri mahasiswa. Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(1), 79–86.]]></content>
      </reference>
      <reference order="11">
        <content><![CDATA[Indira, N., & Santosa, R. (2023). Analisis semantik pada jargon make-up dalam video tutorial make-up di YouTube. Prosiding Seminar Sastra Budaya dan Bahasa (SEBAYA), 3, 302–310.]]></content>
      </reference>
      <reference order="12">
        <content><![CDATA[Izza, A. A. (2022). Pengaruh perilaku ber-make up terhadap penerimaan diri pada mahasiswi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.]]></content>
      </reference>
      <reference order="13">
        <content><![CDATA[Jones, A., & Kramer, U. (2023). Makeup use and emotional regulation among adolescents: A self-expression perspective. Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts, 17(2), 240–252. https://doi.org/10.1037/aca0000517]]></content>
        <doi>10.1037/aca0000517</doi>
      </reference>
      <reference order="14">
        <content><![CDATA[Laowe, C. (2019). Perbedaan self confidence pada penggunaan make-up dan tidak menggunakan make-up pada remaja putri. Universitas Medan Area. http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/11377]]></content>
      </reference>
      <reference order="15">
        <content><![CDATA[Lim, S. (2024). Youth beauty consumption and identity construction through digital platforms in Indonesia. CosmeticsDesign-Asia Journal, 12(2), 56–68. https://doi.org/10.1080/asia.2024.058]]></content>
        <doi>10.1080/asia.2024.058</doi>
      </reference>
      <reference order="16">
        <content><![CDATA[Lee, H., & Oh, H. (2018). The effects of self-esteem on makeup involvement and makeup satisfaction among elementary students. Archives of Design Research, 31(2), 85–95. https://doi.org/10.15187/adr.2018.05.31.2.85]]></content>
        <doi>10.15187/adr.2018.05.31.2.85</doi>
      </reference>
      <reference order="17">
        <content><![CDATA[Mazzeo, S. E., Brown, A. L., & Smith, H. J. (2024). Mitigating harms of social media for adolescent body image: Evidence and recommendations. Pediatrics, 153(2), e2023060234. https://doi.org/10.1542/peds.2023-060234]]></content>
        <doi>10.1542/peds.2023-060234</doi>
      </reference>
      <reference order="18">
        <content><![CDATA[Martinac Dorčić, T., Smojver-Ažić, S., Božić, I., & Malkoč, I. (2023). Effects of social media social comparisons and identity processes on body image satisfaction in late adolescence. Europe’s Journal of Psychology, 19(2), 220–231. https://doi.org/10.5964/ejop.9885]]></content>
        <doi>10.5964/ejop.9885</doi>
      </reference>
      <reference order="19">
        <content><![CDATA[Mazzeo, S. E., et al. (2024). Mitigating harms of social media for adolescent body image: Evidence and recommendations. Pediatrics, 153(2), 345–356. https://doi.org/10.1542/peds.2023-060234]]></content>
        <doi>10.1542/peds.2023-060234</doi>
      </reference>
      <reference order="20">
        <content><![CDATA[Meta. (2021). Internal research report: Teen body image and Instagram. Meta Platforms Inc]]></content>
      </reference>
      <reference order="21">
        <content><![CDATA[Mudak, S., & Manafe, F. S. (2023). Pemulihan citra diri remaja madya: Integrasi psikologi dan teologi. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 5(1), 60–72]]></content>
      </reference>
      <reference order="22">
        <content><![CDATA[McComb, S. E., & Tylka, T. L. (2021). Young women’s body image following upward appearance comparisons. Journal of Adolescence, 92, 112–124. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2021.09.007]]></content>
        <doi>10.1016/j.adolescence.2021.09.007</doi>
      </reference>
      <reference order="23">
        <content><![CDATA[Moleong, L. J. (2013). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.]]></content>
      </reference>
      <reference order="24">
        <content><![CDATA[Nurhayati, L., & Kurniawan, H. (2022). Citra diri remaja dan pengaruh media sosial terhadap konsep kecantikan. Jurnal Psikologi dan Perkembangan Remaja, 9(1), 45–56.]]></content>
      </reference>
      <reference order="25">
        <content><![CDATA[Perloff, R. M. (2021). Social media use and body image disorders: Social comparison, internalization, and self-objectification. Current Opinion in Psychology, 36, 56–61. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2020.04.020]]></content>
        <doi>10.1016/j.copsyc.2020.04.020</doi>
      </reference>
      <reference order="26">
        <content><![CDATA[Pengfei, Q. (2021). The influence of contemporary college students’ makeup behavior on subjective well-being: The intermediary role of appearance anxiety. American Journal of Applied Psychology, 10(1), 16–20. https://doi.org/10.11648/j.ajap.20211001.13]]></content>
        <doi>10.11648/j.ajap.20211001.13</doi>
      </reference>
      <reference order="27">
        <content><![CDATA[Ramadhani, T. N., & Putrianti, F. G. (2014). Hubungan antara kepercayaan diri dengan citra diri pada remaja akhir. Jurnal Spirits, 4(2), 22–32.]]></content>
      </reference>
      <reference order="28">
        <content><![CDATA[Ringborg, L., & Ohlsson, I. (2024). Get-Ready-With-Me format and implications for youth beauty practices. Nordic Journal of Media Studies, 6(1), 87–102.]]></content>
      </reference>
      <reference order="29">
        <content><![CDATA[Rombe, S. (2013). Hubungan body image dan kepercayaan diri dengan perilaku konsumtif pada remaja putri di SMA Negeri 5 Samarinda. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(4).]]></content>
      </reference>
      <reference order="30">
        <content><![CDATA[Sakinah, S. (2018). “Ini bukan lelucon”: Body shaming, citra tubuh, dampak dan cara mengatasinya. Emik: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan dan Sosial, 1(1), 53–67.]]></content>
      </reference>
      <reference order="31">
        <content><![CDATA[Schreurs, L., et al. (2022). Different interactions with appearance-focused social media and body dissatisfaction. Computers in Human Behavior, 137, 107418. https://doi.org/10.1016/j.chb.2022.107418]]></content>
        <doi>10.1016/j.chb.2022.107418</doi>
      </reference>
      <reference order="32">
        <content><![CDATA[Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.]]></content>
      </reference>
      <reference order="33">
        <content><![CDATA[Thompson, J. K., Heinberg, L. J., Altabe, M., & Tantleff-Dunn, S. (1999). Exacting beauty: Theory, assessment, and treatment of body image disturbance. Washington, DC: American Psychological Association]]></content>
      </reference>
      <reference order="34">
        <content><![CDATA[Tiggemann, M., & Zaccardo, M. (2022). ‘Strong is the new skinny’: Body image and fitspiration social media. Body Image, 40, 202–210. https://doi.org/10.1016/j.bodyim.2021.11.008]]></content>
        <doi>10.1016/j.bodyim.2021.11.008</doi>
      </reference>
      <reference order="35">
        <content><![CDATA[Udayanga, K. P., Jayathilaka, D. M., & Perera, S. (2024). Cosmetic use among female university students: Behavioral and cultural influences. Journal of Asian Youth Studies, 8(1), 33–45. https://doi.org/10.1016/j.jays.2024.03.007]]></content>
        <doi>10.1016/j.jays.2024.03.007</doi>
      </reference>
      <reference order="36">
        <content><![CDATA[Vandenbosch, L., & Eggermont, S. (2022). Social media and body image: Recent trends and future directions. Body Image, 41, 1–8. https://doi.org/10.1016/j.bodyim.2022.06.005]]></content>
        <doi>10.1016/j.bodyim.2022.06.005</doi>
      </reference>
      <reference order="37">
        <content><![CDATA[Veldhuis, J., Alleva, J. M., & Bij de Vaate, A. J. D. (2020). The influence of peers on appearance-related concerns in adolescence. Body Image, 33, 196–205. https://doi.org/10.1016/j.bodyim.2020.02.007]]></content>
        <doi>10.1016/j.bodyim.2020.02.007</doi>
      </reference>
      <reference order="38">
        <content><![CDATA[Zakirah, D. M. A. (2020). Media sosial sebagai sarana membentuk identitas diri mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya. Jurnal Kopis: Kajian Penelitian dan Pemikiran Komunikasi Penyiaran Islam, 2(2), 91–101.]]></content>
      </reference>
    </references>
  </article>
</noamArticleMetadata>
